JAKARTA - Warga bernama Amanda Andono yang menghentikan suara petasan karena mengganggu anaknya saat acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.
Terkait hal itu, Amanda mengaku mendapat perlakuan kasar setelah mendatangi lokasi acara untuk meminta suara petasan dihentikan. Dia menyebut dirinya didorong, ditarik hingga hampir masuk got, bahkan pakaian dalamnya sampai robek.
"Laporan sudah diterima dan ini sudah saya ceritakan dengan detail pelaporannya. Dan akan dilanjutkan oleh visum. Jadi saya sekarang hari ini langsung ke RS Polri untuk melakukan visum," kata Amanda, Kamis (8/10/2026).
Amanda menceritakan, persoalan bermula ketika suara petasan dalam acara Maulid Nabi terdengar cukup keras dan berlangsung berulang kali. Saat itu, anaknya yang sudah tidur terbangun.
Menurut Amanda, anaknya bahkan sampai mengalami kejang, panik, dan berteriak setelah mendengar suara petasan tersebut. "Itu aja nggak cuma sekali, dua kali, tapi itu sampai 10 menit lebih tuh masih dededer! Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk saya harus menghentikan dan saya harus ke lokasi, ke TKP gitu. Ya udah saya ke sana," ujarnya.
Amanda kemudian datang ke lokasi untuk meminta petasan dihentikan. Namun, situasi justru memanas. Dia mengaku ditanya mengenai agama hingga mendapat perlakuan yang menurutnya tidak mengenakkan dari sejumlah orang.
"Saya ditanya macam-macam, saya ditahan, diludahin mukanya, disembur mukanya, disuruh pulang. Sampai pada akhirnya, mungkin kalau mungkin yang sudah pernah lihat videonya, secara detail di situ ada. Dan sehingga pas waktu sudah ditahan, malah saya dibilang provokator, padahal sebetulnya provokator mereka gitu," ucap dia.
Kemudian, Amanda mengaku mendapat perlakuan fisik. Dirinya didorong dan ditarik hingga terjatuh ke got.
"Jadi setelah itu saya didorong, ditarik, sampai didorong sampai saya hampir masuk, bukan, saya jatuh ke got. Lalu saya ditarik sampai pakaian dalam saya putus gitu. Ya saya udah mau gestur dari mereka tuh udah mau mukul, udah mau nampar apa gimana," paparnya.
Amanda menyatakan, telah menyiapkan sejumlah bukti untuk mendukung laporannya, termasuk pakaian yang dikenakannya saat kejadian. Dia juga menjalani visum di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sebagai bagian dari proses laporan tersebut.
Sebelum membawa perkara ini ke polisi, Amanda mengatakan upaya mediasi telah dilakukan. Namun, mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Amanda pun memilih menempuh jalur hukum dan menyerahkan proses selanjutnya kepada kepolisian.
"Harapan ke depannya saya mengikuti proses hukum bagaimana nantinya. Ini baru, saya juga tidak. Saya masih minta juga pendampingan dari PPPA dan juga dari Kementerian Agama," kata dia.
Sebelumnya, perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, berujung keluhan warga. Petasan dan kembang api disebut dinyalakan berulang kali hingga sekitar satu jam dan baru berhenti sekitar pukul 01.00 WIB.
Polisi bersama pihak kelurahan kini turun tangan mengusut kejadian tersebut. Sejumlah pihak yang berkaitan dengan acara juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan.
(Arief Setyadi )