Tim Ekspedisi Patriot Latih Warga Merauke Gunakan AI untuk Produksi Pangan

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2026 18:50 WIB
Tim Ekspedisi Patriot Latih Warga Merauke Gunakan AI untuk Produksi Pangan
Share :

JAKARTA  – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, bahwa pembangunan wilayah harus dibarengi dengan pengembangan ekosistem usaha. Diketahui Pemerintah saat ini sedang mempercepat pembangunan di Papua.

"Pembangunan kewilayahan yang kita lakukan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakatnya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna," ujar Menko AHY, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gajah Mada (UGM) yang dibentuk pemerintah, mengajarkan warga Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk memproduksikan produk pangan siap saji.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM bidang Digitalisasi,Faiz Zamzami, mengatakan produk buatan masyarakat sejatinya memiliki potensi yang sangat besar.

Tantangan utamanya terletak pada bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan dan dikemas agar memiliki daya saing.

“Oleh karena itu, pengemasan, branding, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Faiz, Jumat (9/10/2026).

Inovasi pendampingan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat. Salah satu warga penerima manfaat, Dewi mengaku mendapatkan wawasan baru yang mengubah cara pandangnya dalam mengelola usaha.

“Selama ini kami lebih banyak berfokus pada membuat produknya. Dari workshop ini kami mendapatkan pemahaman bahwa kemasan dan cara memperkenalkan produk juga sangat penting. Kami juga jadi tahu bahwa AI bisa dimanfaatkan untuk membantu membuat promosi,”ujar Dewi.

 

Pelatihan ini dirancang secara lengkap dan terdapat tiga materi utama. Warga juga dibekali pelatihan standar teknis pengemasan yang diantaranya mencakup aspek keamanan, penyimpanan, dan penentuan tanggal kedaluwarsa produk.

Langkah pemberdayaan dan digitalisasi di tingkat desa yang diinisiasi TEP UGM ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ekonomi digital menyentuh masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Visi ini juga menjadi pilar dalam transformasi kawasan transmigrasi yang digagas oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

"Kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi lumbung ekonomi baru. Produk-produk lokal dari para transmigran harus bisa menembus pasar nasional dengan sentuhan kreativitas dan digitalisasi," kata Menteri Iftitah pada Dialog Nasional Ketransmigrasian, beberapa waktu lalu.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya