Pelatihan ini dirancang secara lengkap dan terdapat tiga materi utama. Warga juga dibekali pelatihan standar teknis pengemasan yang diantaranya mencakup aspek keamanan, penyimpanan, dan penentuan tanggal kedaluwarsa produk.
Langkah pemberdayaan dan digitalisasi di tingkat desa yang diinisiasi TEP UGM ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ekonomi digital menyentuh masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Visi ini juga menjadi pilar dalam transformasi kawasan transmigrasi yang digagas oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
"Kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi lumbung ekonomi baru. Produk-produk lokal dari para transmigran harus bisa menembus pasar nasional dengan sentuhan kreativitas dan digitalisasi," kata Menteri Iftitah pada Dialog Nasional Ketransmigrasian, beberapa waktu lalu.
(Fahmi Firdaus )