JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan jika bangunan yang dikaitkan dengan penemuan jenazah pria terborgol di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bukan merupakan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tidak memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam dan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah setempat untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi. Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,” ujar Tysa pada Sabtu (10/10/2026).
Bangunan tersebut juga bukan bagian dari gedung yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan atau operasional SPPG. Selain itu, tidak terdapat mitra BGN yang mengklaim kepemilikan atas bangunan dimaksud.
“Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Tysa.
BGN menyampaikan klarifikasi ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk mencermati informasi berdasarkan keterangan resmi dan tidak terburu-buru mengaitkan suatu peristiwa dengan pelaksanaan program pemerintah sebelum fakta dan keterkaitannya terverifikasi.
Di sisi lain, BGN turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa penemuan jenazah tersebut. BGN berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Segenap jajaran Badan Gizi Nasional menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tutup Tysa.
Sebelumnya, warga Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, digegerkan dengan penemuan jenazah pria bernama Donna Nuzulul Aditya (29) dalam kondisi membusuk dengan tangan terborgol di sebuah bangunan yang disewa untuk calon dapur SPPG pada Selasa (6/10). Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan dan masih menyelidiki kasus tersebut.
(Fahmi Firdaus )