JAKARTA - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Sabtu (10/10/2026) malam. Erupsi tersebut disertai suara gemuruh sedang.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 19.33 WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati.
"Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 10 Oktober 2026 pukul 19:33 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi ± 2 menit 24 detik. Letusan disertai suara gemuruh sedang," demikian keterangan PVMBG, Sabtu (10/10/2026).
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Wilayah yang perlu diwaspadai terutama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
(Awaludin)