Meski demikian, juru bicara Vatikan belum memberikan penjelasan mengenai apakah nodul tersebut diduga bersifat ganas atau tidak.
Leo diketahui tidak memiliki riwayat penyakit serius yang dilaporkan. Ia juga dikenal aktif secara fisik, termasuk rutin berenang dan bermain tenis.
Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung menjelang rencana perjalanan resmi Leo ke Amerika Latin pada 6–17 November. Dalam kunjungan itu, ia dijadwalkan menyambangi Uruguay, Argentina, dan Peru.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah operasi dan masa pemulihan akan memengaruhi jadwal perjalanan tersebut. Namun, Leo mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa dirinya berniat tetap menjalankan kunjungan itu.
Sebelumnya, pendahulunya, Paus Fransiskus, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir hidupnya, Fransiskus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit seiring kondisi kesehatannya yang memburuk.
Fransiskus biasanya tidak mengumumkan kunjungan rumah sakitnya terlebih dahulu. Kondisi tersebut terkadang memicu spekulasi media mengenai kesehatannya.
(Awaludin)