VATICAN CITY — Paus Leo XIV merayakan Misa Paskah pertamanya sebagai Paus dengan seruan pada Minggu (5/4/2026) untuk meletakkan senjata dan mencari perdamaian bagi konflik global melalui dialog. Berbeda dengan tradisi biasanya, Paus Leo tidak menyebutkan masalah-masalah dunia satu per satu dalam berkat Urbi et Orbi dari loggia Basilika Santo Petrus.
Leo, Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat (AS), menekankan pesan harapan Paskah sebagai perayaan kebangkitan Yesus setelah disalibkan, baik dalam berkat maupun khotbahnya.
“Marilah kita membiarkan hati kita diubah oleh kasih-Nya yang tak terhingga kepada kita! Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya! Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk melancarkan perang memilih perdamaian! Bukan perdamaian yang dipaksakan dengan kekerasan, tetapi melalui dialog! Bukan dengan keinginan untuk mendominasi orang lain, tetapi untuk bertemu dengan mereka!” pinta Paus, sebagaimana dilansir AP.
Dengan perang AS-Israel di Iran yang memasuki bulan kedua dan kampanye Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, Leo mengakui adanya rasa acuh tak acuh “terhadap kematian ribuan orang ... terhadap dampak kebencian dan perpecahan yang ditimbulkan oleh konflik ... terhadap konsekuensi ekonomi dan sosial yang dihasilkannya.”