Pembatasan ini juga mengurangi kemeriahan bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri, serta festival Paskah Yahudi yang berlangsung selama seminggu. Pada hari Minggu, pemberkatan oleh para imam Yahudi di Tembok Barat—yang biasanya dihadiri puluhan ribu orang—dibatasi hanya untuk 50 orang.
Pembatasan tersebut membuat hubungan antara otoritas Israel dan para pemimpin Kristen menjadi tegang. Pekan lalu, polisi mencegah dua pemimpin agama terkemuka gereja, termasuk Patriark Latin Pierbattista Pizzaballa, untuk merayakan Minggu Palma di Gereja Makam Suci.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.