Suharyanto menambahkan, Pangdam Kalimantan Tengah telah memimpin langsung penanganan karhutla di lapangan. Personel dan peralatan satuan tugas (satgas) darat juga ditambah untuk mempercepat pemadaman.
Sementara itu, penanganan melalui jalur udara menghadapi kendala akibat kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang. Meski demikian, sejumlah armada telah disiapkan untuk mendukung operasi udara, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca.
"Sementara untuk satgas udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya Tjilik Riwut maupun dari Syamsudin Noor Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal," ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi jarak pandang yang rendah membuat sejumlah operasi udara belum dapat dilakukan.
"Di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," pungkasnya.
(Awaludin)