JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta TNI dan Polri membantu melatih polisi hutan. Menurutnya, upaya menjaga kekayaan alam Indonesia membutuhkan personel yang memadai, dan kemampuan yang mumpuni mengingat luasnya wilayah hutan yang harus dilindungi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
"(Polisi hutan) dari Kemenhut yang hanya 20.000, ya. Ya, kalau nggak, ya, minta dilatihlah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya aja polisi hutan. Ya kan? Kapolri nanti bisa bantu, ya, didik polisi hutan, ya. Iya. Alam kita berat," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).
"Karena itu, tolong sampaikan ke MenPAN RB, ya, kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengapresiasi upaya berbagai instansi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Ia menyoroti penurunan luas lahan terbakar dari ratusan ribu hektare menjadi di bawah 1.000 hektare dalam beberapa pekan.
"Tapi dari ratusan ribu (hektare), (yang terbakar) berapa minggu lalu kita sekarang di bawah 1.000 (hektare). Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan, ke depan," pungkasnya.
(Awaludin)