JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berencana membentuk Batalyon Sniper guna memperkuat kemampuan tempur Korps Marinir. Selain itu, diharapkan ada penambahan satuan bantuan udara yang akan dimiliki Korps Marinir.
Hal tersebut terungkap dalam pembahasan yang dilakukan secara virtual ketika Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan apresiasi kepada prajurit Korps Marinir yang berhasil menumpas tiga orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi, dan diharapkan juga akan ada penambahan satuan bantuan udara yang akan dimiliki Korps Marinir," tulis keterangan Korps Marinir, dikutip Selasa (13/10/2026).
"Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," imbuhnya.
Pembahasan juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
"Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional," ujarnya.
(Arief Setyadi )