JAKARTA - Lembaga survei Arawicaksa Institute memotret penilaian publik terhadap kinerja menteri menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dari survei yang dilakukan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendapatkan skor mencapai 8,1 pada skala 0–10 dibuntuti Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan skor 8,0.
“Publik menyoroti kinerja sejumlah menteri dengan gebrakan dan terobosan yang membantu terjaganya citra pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono lewat siaran pers, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Begitu juga dengan Amran, salah faktornya berhasil mewujudkan swasembada beras dalam waktu singkat. “Di sisi lain, keberhasilan swasembada pangan dibayang-bayangi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino, hingga serangkaian bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menteri lainnya yang juga memiliki kinerja terbaik yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar (7,8), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (7,5), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (7,4), serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (7,1).
“Prasetyo Hadi tampil prima dalam mengomunikasikan sikap dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam menegur para menteri yang dinilai kontroversial di mata publik,” imbuhnya.
Sementara peran yang lebih agresif juga ditunjukkan Seskab Teddy dalam menjelaskan berbagai sorotan publik terhadap pemerintah ketika banyak menteri yang bersangkutan memilih posisi aman. Selanjutnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (6,8), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (6,7), Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir (6,5), serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (6,4). Kemudian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (1,2), Menteri Desa Yandri Susanto (1,3), Menteri HAM Natalius Pigai (1,5), Menteri Perumahan Maruarar Sirait (1,6), dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid (1,8).
“Meskipun pemerintah berhasil menahan kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia sebagai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah, naiknya harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mendorong terjadinya migrasi konsumen ke Pertalite dan menimbulkan antrean panjang di berbagai SPBU,” ujarnya.
Sedangkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, kata Rudi, berkaitan dengan skandal dugaan suap yang menyeret sejumlah pihak. Adapun skor Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (2,0), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (2,1), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini (2,2), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (2,2), dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (2,3).
“Evaluasi terhadap kinerja dan penilaian para pembantunya di jajaran Kabinet Merah Putih diharapkan berlangsung secara objektif, demi keberhasilan program-program ke depan dengan tetap memperhitungkan dukungan kekuatan-kekuatan politik yang ada,” kata Rudi.
Survei Arawicaksa Institute dilakukan pada 3–8 Oktober 2026 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Data diambil melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang dipilih secara multistage random sampling. Margin of error sebesar ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
(Arief Setyadi )