JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/10/2026). Dia menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak yang ditunjuk sebagai Wakil Panglima TNI.
Pelantikan dilakukan bersamaan dengan pejabat lain. Salah satunya Mayjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen Suharyano. Sebelumnya Kristomei menjabat Pangdam Radin Inten.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Presiden Prabowo di Istana Negara.
Profil KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita
Jenderal Tandyo merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dari Korps Infanteri. Dia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Operasi tempur yang pernah diikutinya adalah Operasi Seroja dan Konflik Papua.
Berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya adalah Danyonif Linud 330/Tri Dharma pada 2011, Danbrigif Linud 17/Kujang I pada 2011-2012, Asops Kasdam VII/Wirabuana pada 2014, Danrindam IX/Udayana pada 2015, serta Danmentar Akmil.
Selain itu, dia pernah menjabat Danrem 142/Taroada Tarogau, Paban III/Sopsad pada 2017-2018, Paban III/Latga Sops TNI pada tahun 2018.
Karier militernya melejit setelah dia ditunjuk sebagai Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan pada 2018-2019. Tandyo juga pernah menjabat Dirrah Komhan Ditjen Strahan Kemhan pada 2019-2021.
Selanjutnya Kabadiklat Kemhan pada 2021-2023, serta Pangdam IV/Diponegoro pada 2023-2024.
Selanjutnya, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia dan terakhir sebagai KSAD.
(Fahmi Firdaus )