"Titik api utama di Pulau Taliabu sebenarnya sudah berhasil dipadamkan pada akhir Oktober lalu. Hujan yang turun di kawasan tersebut juga sangat membantu. Namun, pemantauan udara dengan drone dan pembuatan sekat bakar terus kami lakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul akibat medan terjal dan angin kencang," jelasnya.
Selain di kawasan Indonesia Timur, kejadian karhutla berskala lebih kecil juga dilaporkan di Kampung Menagaima, Kabupaten Jayawijaya (2 hektare) dan Desa Puro, Kabupaten Sragen (1 hektare). Kedua lokasi tersebut kini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas gabungan.
Tak hanya karhutla, BNPB juga menyoroti dampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, angin kencang merusak 11 unit rumah warga dan satu kandang ternak di Kecamatan Bluto. Sementara di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan 33 rumah warga serta satu fasilitas pendidikan di Kecamatan Wanasari mengalami rusak ringan.