JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan intensif terhadap serangkaian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem yang menerjang berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan pemantauan terbaru hingga Rabu (4/11/2026) pagi, penanganan karhutla mencakup lima kabupaten di Sulawesi, Maluku Utara, Papua Pegunungan, hingga Jawa Tengah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan bahwa kejadian karhutla dilaporkan melanda lima kabupaten, yakni Kabupaten Luwu, Konawe Kepulauan, Pulau Taliabu, Jayawijaya, dan Sragen.
"Untuk di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, karhutla sempat membakar sekitar 5 hektare lahan sagu milik warga di Desa Tirowali, Kecamatan Ponrang. Tim BPBD bersama petugas pemadam dan warga setempat bergerak cepat melakukan pemadaman serta pendinginan. Berdasarkan laporan terakhir, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak ada korban jiwa," ujar Berton dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Sementara itu, di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, api melahap sekitar 4 hektare lahan perkebunan jambu mete dan lahan kosong di Desa Pasir Putih, Kecamatan Wawonii Barat. Petugas pemadam gabungan dari BPBD, TNI, serta masyarakat berhasil menangani sekitar 80 persen area kebakaran.
"Petugas di Konawe Kepulauan masih terus berjibaku menghadapi kendala keterbatasan akses jalan, lokasi sumber air yang jauh, serta tiupan angin dan kondisi lahan yang mengering. Tambahan personel, alat pemadam, hingga pasokan air terus diupayakan untuk menuntaskan pemadaman," terang Berton.
Adapun kebakaran lahan cukup luas terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Karhutla yang bermula sejak awal Oktober di Desa Salati kini meluas hingga mencakup 13 desa di tiga kecamatan, yaitu Taliabu Barat Laut, Taliabu Lede, dan Taliabu Utara. Total area terdampak diperkirakan mencapai 347,06 hektare dengan sekitar 39.162 batang pohon terdampak.