Longsor di Papua 11 Tewas

sindo, · Rabu 16 Januari 2008 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2008 01 16 1 75602

JAYAPURA  - Hujan deras yang mengguyur Jayapura, sejak Senin (14/1) petang mengakibatkan sedikitnya 11 warga Kel Bhayangkara, tertimbun tanah longsor.

Upaya pencarian yang dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri, dan aparat dinas terkait Pemprov Papua membuahkan hasil ketika pagi kemarin empat jenazah ditemukan. Berikutnya pada siang hari jenazah yang berhasil dievakuasi mencapai 11 orang.

Sementara pencarian korban lain yang mungkin masih tertimbun masih terus dilakukan. Selain longsor di Kel Bhayangkara, musibah lain dirasakan warga Kel Gurabesi. Permukiman warga di kelurahan yang persis berada di kantor Bank BRI Jayapura itu terendam luapan air dari Kali Anafri. Banjir kali ini sangat besar dibandingkan banjir yang terjadi tahun sebelumnya.

Pada Senin malam, sebuah rumah warga turut hanyut akibat kencangnya terpaan air sungai yang meluap hingga ketinggian pinggang orang dewasa. Namun, menjelang Selasa siang, ketinggian air mulai menurun. Bencana banjir serupa terjadi pula di kawasan Pasar Youtefa.

Akibat banjir tersebut, aktivitas pasar tidak berjalan karena ketinggian air pada Selasa pagi mencapai 1 meter. Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem kepada wartawan seusai melakukan peninjauan ke lokasi tanah longsor di Kel Bhayangkara menegaskan, bencana longsor ini disebabkan tanah di atas kawasan Gunung Cyclops, Kota Jayapura telah mengalami alih fungsi.

Penggalian beraneka ragam batu-batuan dan pendulangan emas tradisional marak berlangsung di kawasan cagar alam Pegunungan Cyclops, yang seharusnya dilestarikan. Alhasil, lanjut Alex, saat musim hujan datang,kawasan Pegunungan Cyclops tidak mampu lagi menahan air hujan dan bencana tanah longsor dan banjir di sebagian besar wilayah Jayapura ini tidak terelakkan lagi.

"Sudah berulang kali aparat pemda baik Provinsi maupun Pemkot Jayapura memberikan imbauan kepada warga yang melakukan aktivitas penggalian di kawasan Pengunungan Cyclops untuk tidak melakukan aktivitasnya.Namun,imbauan itu tidak digubris.Sekarang ini masyarakat yang merasakan akibat dari beralih fungsinya kawasan Pengunungan Cyclops," ungkap Alex, Selasa (15/1/2008).

Alex meminta aparat gabungan yang menangani korban bencana longsor untuk terus mencari para korban yang masih tertimbun tanah longsor. Dia juga meminta dinas terkait segera mengambil langkah penanganan bagi warga korban tanah longsor.

"Saya minta segera dibuka dapur umum untuk warga yang menjadi korban tanah longsor. Para warga yang kehilangan sanak saudara segera melaporkannya ke petugas agar segera diambil langkah pencarian di sekitar areal tanah longsor," tegasnya.

Secara terpisah,Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Haryadi Soetanto menegaskan, aparatnya akan terus berusaha membantu mencari para korban yang tertimbun tanah longsor. "Bahkan, bila perlu kita akan membantu masyarakat setempat untuk membersihkan lokasi permukiman dari timbunan tanah,"ungkapnya.

Haryadi menambahkan, pihak TNI siap membantu aparat terkait guna mengamankan kawasan Pegunungan Cyclops yang menjadi areal penambangan liar saat ini. Sementara itu, Maria, warga Kel Bhayangkara yang selamat dari bencana tanah longsor, kepada wartawan mengatakan bahwa longsor terjadi pada Selasa sekitar pukul 03.30 WIT.

"Saya mendengar teriakan warga yang berbondong-bondong menyelamatkan diri.Tapi,ada warga yang telat dan masih tertidur lelap akhirnya tertanam dengan timbunan longsoran," ungkapnya.

 

 

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini