Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Katak Penggigit Koin Emas Penarik Rezeki

Thomas Joko , Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2009 |11:27 WIB
Katak Penggigit Koin Emas Penarik Rezeki
A
A
A

SEMARANG - Seorang perempuan muda berkulit putih nampak memasuki sebuah toko di kawasan pecinan Semarang. Dirinya langsung menuju pada sebuah etalase yang dipenuhi patung-patung berwarna emas. Seorang karyawati toko segera mengeluarkan beberapa patung dari etalase.

Setelah beberapa saat akhirnya perempuan itu membawa pulang sebuah patung katak berwarna emas. Apakah dia termasuk penggemar pernik-pernik berbentuk katak?

Tjan Yoek Ping, pemilik Apple Collection yang menjual asesoris fengshui menjelaskan bahwa hiasan berbentuk katak itu sering juga disebut sebagai â€~katak rejeki'. Patung tersebut itu berwujud hiasan berupa katak berkaki tiga. Dia selalu menggigit koin emas dan duduk di atas setumpuk uang serta logam emas. Koin dimulutnya menjadi simbol untuk menarik kekayaan dan kemakmuran.

"Katak rejeki termasuk dalam benda fengshui. Orang-orang yang memahami ilmu tersebut pasti selalu memasang katak rejeki," kata Tjan Yoek Ping saat ditemui di tokonya sekitar Gang Pinggir Semarang.

"Bentuk katak rejeki harus berkaki tiga, menggigit koin emas dan duduk diatas tumpukan uang logam. Jumlah koin yang digigit satu; tapi kalau yang diduduki jumlahnya tak tentu," paparnya.

Menurut Tjan Yoek Ping kebanyakan orang suka katak rezeki yang warnanya mencolok, seperti merah atau emas. Bisa dipahami karena warna merah selalu didentikkan sebagai warna yang mendatangkan rejeki. Di sekujur tubuh katak biasanya bertaburkan batu permata berwarna-warni.

"Katak rejeki biasanya dibuat dari bahan logam. Tapi ada juga yang dari batu sehingga warnanya alami," ucapnya.

Bagaimana cerita di balik katak rejeki ini sehingga banyak warga etnis Tionghoa yang percaya bahwa patung ini akan membantu mendatangkan rezeki. Tjan Yoek Ping menceritakan semua itu bermula dari cerita kuno Tionghoa.

Alkisah istri salah satu dari Delapan Dewa Keabadian mencuri minuman keabadian milik Hsi Wang Mu, Ratu Barat. Kemudian dia melarikan diri, terbang ke bulan dan berubah menjadi katak.

Disaat mencicipi minuman itu, dia telah memperoleh keabadian. Dan ditengah perubahan menjadi katak dia mohon pengampunan. Karena belas kasihan, dewa-dewa pun lalu mengampuni kesalahannya, sehingga hanya bagian atas tubuhnya saja yang berubah menjadi sosok katak.

Sebagai pengganti bagian belakang tubuh yang hilang, para dewa mengijinkan untuk mempertahankan ekornya. Maka jadilah dia menjadi sosok katak berkaki tiga.

Dalam kisah legenda yang lain, Lui Hai, salah satu dari 8 Dewa Keabadian ternyata memahami kekuatan katak berkaki tiga untuk menarik kekayaan dan kemakmuran.

Setelah berupaya mencari makhluk mistik tersebut akhirnya Lui Hai menemukan katak berkaki tiga itu sedang bersembunyi di dasar sebuah sumur.

Dia paham bahwa makhluk itu sangat menyukai uang. Maka Lui Hai memancing katak itu dengan umpan koin emas yang diikat dengan benang merah.

Dari peristiwa itu lalu muncul sebuah lukisan yang menggambarkan anak kecil sedang memancing katak berkaki tiga dengan koin yang diikat benang merah panjang. Lukisan tersebut dikenal memiliki makna bahwa kekayaan akan datang menjelang.

Sejak itu banyak warga Tionghoa yang percaya pada katak rejeki. Hiasan itu harus diletakkan di atas meja kasir atau meja kantor serta arahnya dihadapkan ke pintu masuk. Sehingga sang katak seakan-akan memandangi pintu dan menunggu untuk menyapa ch'i kekayaan.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement