Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang Sosok Almarhum Pak Dwi

Bagus Santosa , Jurnalis-Minggu, 09 Januari 2011 |14:24 WIB
Mengenang Sosok Almarhum Pak Dwi
Sudwikatmono (Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pengusaha H Sudwikatmono tutup usia setelah mengalami komplikasi penyakit. Dia lahir di Wonogiri, Jawa Tengah pada 28 Desember 1934. Dia adalah putra ketujuh dari sepuluh bersaudara pasangan M Ng Rawi Prawiro Hardjo dan Sanikem.

Sudwikatmono pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat di Desa Wates hingga Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta. Dorongan untuk menjad tentara, membuat Pak Dwi, demikian sapaan Sudwikatmono, memutuskan untuk menggalkan bangku kuliah di Fakultas Ekonmi UGM.

Meski lulus seleksi penrimaan calon Kadet TNI AL, namun ayahanda Pak Dwi tidak mengizinkan dia untuk bergabung dengan kesatuan tentara. Sementara dalam mengawali dunia kerja, Sudwikatmono mulai dari juru tulis pada perushaan shipping. Dari sinilah Pak Dwi meretas jalan panjang menapaki dunia profesional.

Sejumlah perusahaan yang dipimpinnya di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa tbk, PT Indofood Sukses Makmur tbk, PT Bogasari Flour Mills, dan Indika Group. Selain dikenal sebagai pengusaha nasional, Sudwikatmono juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan budya.

Ketua Yayasan Seni Rupa Indonesia pernah dijabat Pak Dwi. Bidang pendidikan juga menjadi perhatian penting beliau. Bersama sejumlah sahabat, Pak Dwi medirikan Sekolah Bakti Mulya. Di lingkungan terdekat, Pak Dwi pun turut mendukung pembangunan Masjid Pondok Indah Jakarta. Kini masyarakat tidak akan bisa menyapanya lagi. Sudwikatmono telah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Setelah dirawat beberapa bulan karena komplikasi gangguan kesehatan yang dideritanya, Sabtu 8 Januari 2011, Sudwikatmono meninggal di Rumah Sakit Mount Elisabeth, Singapura pada pukul 06.30 waktu setempat. Pak Dwi pergi meninggalkan orang-orang yang dicintainya.

Hingga akhir hayat, Pak Dwi ditemani seorang istri setia Hj Sri Sudwikatmono dan empat anak, Martina, Melsiawati, Miana Dwi Lasmini, Tri Harutina dan Agus Lasmono, beserta delapan cucu. Almarhum disemayamkan di Jalan Bukit Gold PA/10 Pondok Indah Jakarta dan dikebumikan pada hari Minggu, 9 Januari 2011 di Sandiego Hills, Karawang.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement