Divine Kretek, Rokok Sehat Bagi Penderita Penyakit Degeneratif

Iman Rosidi, Trijaya · Senin 07 Februari 2011 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 07 373 422286 CPGSJCoAma.jpg Image: corbis.com

JAKARTA- Baru-baru ini Kelompok Studi Nano Sain Universitas Brawijaya Malang telah melakukan studi dampak positif asap rokok kretek melalui proses peluruhan radikal bebas yang dinamakan Divine Kretek.

Riset ini dilakukan Guru Besar Biologi Sel Universitas Brawijaya Malang, Profesor Dr. Sutiman B. Sumitro, bersama ahli Kimia-Fisika senior Dr. Gretta Zahar dan tim yang terdiri dari ahli bidang kedokteran, Kimia dan Fisika.

"Divine Kretek telah berhasil membantu memperbaiki kualitas hidup penderita berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, stroke, altsheimer, gagal ginjal, hepatitis, spasmophile, myastemia, autism, cerebal palsy, dan down syndrom," kata Profesor Dr. Sutiman B. Sumitro dalam media gathering di Jakarta, Senin (7/2/2011).

Sutiman percaya, Divine Kretek temuannya itu dapat mengendalikan bahaya radikal bebas dan logam merkuri yang terkandung dalam darah. "Tim kami dapat mentrasformasikan rokok beracun menjadi rokok berasap sehat, tidak berbau, dan ramah lingkungan melalui Divine Kretek," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya serangkaian uji coba terhadap kelompok hewan serta relawan perokok telah dilakukan. Asap ini diduga kuat mempercepat proses detoksifikasi karena mampu memperkecil racun tubuh pada skala nano (sepersemiliar meter). "Dalam bentuk nano, racun dapat keluar dari jaringan tubuh dan kulit tanpa merusak sehingga tidak meninggalkan bekas luka," ungkapnya.

Penemuan ini, menurut Sutiman, tentu dapat memberikan angin segar bagi dunia kedokteran internasional. Memakai pendekatan berfikir Nano Sain dengan membangun konsep hubungan berbagai penyakit ini dengan kadar logam Hg+metal yang ada dalam tubuh. Unsur-unsur tersebut merupakan penyebab utama munculnya berbagai penyakit yang sulit dikendalikan.

"Sebagai hasil karya ilmiah, maka penemuan ini semestinya dapat memandu pengembangan penelitian lanjut di dunia kedokteran terhadap berbagai komponen tembakau dan cengkeh pada rokok kretek Indonesia," imbuhnya. (rfa)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini