TEHERAN - Ratusan pelajar Iran berkumpul di depan kantor Kedutaan Besar Inggris mengecam tindakan kepolisian Inggris dalam meredam aksi demonstrasi di negaranya.
Banyak di antara demonstran yang menggunakan topeng berbentuk wajah Mark Duggan, pria yang ditembak mati oleh polisi Inggris sebelum kerusuhan pecah. Sementara itu demonstran lainnya membawa spanduk yang berisikan kecaman terhadap Inggris.
Meski demikian, protes di Iran tidak diwarnai oleh kekerasan. Kota Teheran belakangan ini juga dilanda aksi demonstrasi anti-Inggris. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Senin (15/8/2011).
Komandan militer Basij Brigadir Mohammad Reza Naghdi juga menyatakan, kerusuhan di Inggris hanya merupakan permulaan dan akan terus menyebar ke negara Eropa lainnya.
Pemerintah Iran sebelumnya juga mengecam sikap Inggris, mereka bahkan menyindir Inggris dari kacamata HAM. Naghdi juga menyatakan siap untuk mengirim pasukannya sebagai pasukan perdamaian di Inggris.
Para Anggota Parlemen Iran menyatakan, adanya kebijakan rasis di Inggris, pelanggaran HAM dan ketidakadilan sosial.
Kerusuhan di Inggris yang dipicu oleh penembakkan terhadap Mark Duggan itu merebak di beberapa kota besar di Inggris. Para perusuh melontarkan bom molotov dan kobaran api pun muncul di gedung-gedung di Inggris.
Polisi Inggris juga melakukan penahanan terhadap ratusan warga yang diduga menjadi tersangka aksi kerusuhan tersebut.
(Rani Hardjanti)