Penjarahan yang terjadi di Inggris(Foto: Daily Mail)
LONDON - Kepala Polisi Metropolitan London Tim Godwin mengkonfirmasi bahwa lebih dari 1.000 pelaku kerusuhan di London beberapa pekan lalu, sudah didakwa.
Bersama dengan Wali Kota London Boris Johnson, Godwin menilai, dakwaan yang dilayangkan ini sebagai langkah baru yang penting dalam menyelesaikan proses pengadilan terhadap pelaku kerusuhan yang disertai penjarahan London.
Saat ini polisi sudah mendakwa 1.005 orang dari 1.773 tersangka kerusuhan yang sudah ditangkap. Tetapi Scotland Yard mengaku pencarian pelaku kerusuhan tidak akan selesai. Polisi sendiri menargetkan akan melakukan penangkapan terhadap pelaku kerusuhan hingga 3.000 orang akhir pekan ini.
Operasi Withern, yang dicanangkan oleh polisi untuk menyelidiki aksi kerusuhan dan penjarahan pekan lalu, melibatkan 500 anggota polisi yang mengumpukan rekaman video keamanan selama 20 ribu jam. Sementara pihak forensik sudah memberikan sekira 300 data ke lab polisi dari lebih 1.100 lokasi kejahatan.
Godwin pun memuji kinerja anak buahnya dalam melakukan tugas pengumpulan bukti dan penangkapan pelaku kerusuhan ini. "Penyelidikan yang dilakukan tanpa henti untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan pekan lalu, telah membuahkan hasil," ucap Godwin seperti dikutip Guardian, Kamis (18/8/2011).
"Seluruh petugas terus melakukan pekerjaan bagus setiap hari, siang maupun malam untuk mengumpulkan bukti yang menggiring kami melayangkan dakwaan kepada pelaku kerusuhan," lanjutnya.
Kerusuhan di London yang terjadi sejak 6 Agustus lalu, telah menyebabkan lima orang tewas. Kerusuhan ini dipicu tewasnya seorang warga yang ditembak oleh pihak kepolisian.
Pada awalnya kerusuhan yang terjadi hanya berlangsung di London. Tetapi pada kelanjutannya, aksi kerusuhan yang disertai penjarahan ini meluas hingga ke kota besar lainnya seperti Manchester, Liverpool, Birmingham serta beberapa kota lain yang berada tidak jauh dari London.
Perdana Menteri Inggris David Cameron bahkan harus mempersingkat liburannya di Italia, saat mengetahui kerusuhan merebak. Cameron pun mengecam keras aksi kerusuhan ini dan menyebutkan ada yang salah dalam masyarakat Inggris saat ini.
(Fajar Nugraha)