Gugatan Yusril Soal Pencekalan Ditolak PTUN

Catur Nugroho Saputra, Okezone · Senin 22 Agustus 2011 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 22 339 494777 xt2fUMtSf4.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Gugatan Yusril Ihza Mahendra terhadap SK Jaksa Agung No 195/D/Dsp.3/06/2011 tentang pencekalan ditolak oleh PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Jakarta Timur.

Sidang putusan yang dibacakan Hakim Ketua Yodi Martono Wahyunadi, didampingi dua orang hakim anggota Tedi Romyadi, dan Husban menolak gugatan No 124/G/2011/PTUN Jakarta yang diajukan oleh Yusril tentang surat pencekalan.

"Berdasarkan pertimbangan dengan ini pengadilan menolak gugatan penggugat, karena objek persoalan sudah dicabut," ujar Hakim Ketua, Yodi Martono Wahyunadi saat membacakan putusan, Senin (22/8/2011).

Yodi Martono, saat pembacaan putusan menjelaskan bahwa gugatan tersebut tidak dapat dikabulkan, karena objek sengketa no 195/D/Dsp.3/06/2011, sudah dicabut oleh pihak kejaksaan. "Sehingga pengadilan menggangap gugatan penggugat tidak beralasan," paparnya.

Selain itu, dalam putusannya Yodi Martono, juga mengatakan mengenakan biaya pengadilan kepada Yusril (Penggugat) untuk biaya persidangan. "Penggugat dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 134.000," terangnya.

Menanggapi penolakan tersebut, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, hal tersebut sebagai rekayasa.

"Ketika Jaksa Agung mengeluarkan surat pencekalan dan saya menggugatnya, tiba - tiba saja surat tersebut dicabut, dan Jaksa Agung akan mengeluarkan surat putusan yang baru," jelas Yusril Ihza Mahendra saat ditemui wartawan, Senin (22/8/2011).

Menurut Yusril, saat surat keputusan tertanggal 24 Juni 2011 tersebut dicabut setelah saya gugat, namun pada tanggal 27 Juni 2011 keluar SK baru dari Jaksa AgungĀ  bernomor 201/d/dsp.3/06/2011 tentang pencekalan terhadap dirinya.

"Saat saya gugat surat dicabut, namun akan keluar surat yang baru ,dari sini saja terlihat rekayasa, kalau begini terus sampai kiamat saya tidak akan menang melawan pengadilan," ujarnya.

Saya telah memprediksi, lanjut Yusril akan terjadi hal seperti ini, karena dalam masalah ini Jaksa Agung menggunakan UU yang tidak berlaku lagi.

"Dalam perkara eksensi ditolak jaksa, dan permohonan saya juga ditolak, dengan alasan kejaksaan telah mecabut putusan ini," paparnya.

Yusril menjelaskan akan tetap melanjutkan gugatan untuk menggugat SK pencekalan yang baru tertanggal 27 Juni 2011. "Saya telah mendaftarkan gugatan terkait SK no.201/d/dsp.3/06/2011," tambahnya.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini