Share

KY Prioritaskan Pengaduan Prita

Kholil Rokhman, Koran SI · Rabu 24 Agustus 2011 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 24 339 495790 hSbVdtEhUX.jpg Prita Mulyasari (okezone)

JAKARTA - Komisi Yudisial akan memprioritaskan pengaduan masyarakat terkait hakim yang menjadi sorotan publik. Karena itu, KY akan memprioritaskan pengaduan Prita Mulyasari terkait dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim agung.

 

"Kami tentu akan prioritaskan pengaduan yang memang menjadi sorotan publik, termasuk pengaduan Prita. Kami akan proses secepatnya," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh ketika dihubungi wartawan, Rabu (24/8/2011).

 

Imam mengatakan, internal KY saat ini sedang menelaah pengaduan Prita dan akan memprosesnya setelah Idul Fitri. Dari penelaahan tersebut akan diketahui apakah ada pelanggaran kode etik dan perilaku hakim yang menangani perkara pidana Prita di tingkat kasasi.

 

Diketahui, terpidana kasus pencemaran nama baik, Prita Mulyasari mengadu KY atas putusan majelis hakim kasasi MA yang telah membuatnya menjadi terpidana. Pengaduan dilakukan 15 Agustus 2011 di Gedung KY.

 

Prita melaporkan tiga hakim agung tingkat kasasi yang telah memvonis hukuman 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun. Jika dalam waktu setahun berkelakuan baik, maka Prita tak akan ditahan.

 

Ketiga hakim agung yang dilaporkan ke KY adalah Imam Harjadi, Zaharuddin Utama, dan Salman Luthan. Majelis hakim agung berpendapat, Prita terbukti melakukan tindakan pencemaran nama baik RS Omni Internasional melalui email.

 

Perkara tersebut diputus pada 30 Juni 2011. Dalam perkara tersebut, Hakim Agung Salman Luthan menyatakan dissenting opinion. Salman menilai Prita tidak bersalah karena tindakan Prita disebabkan tidak profesionalnya pelayanan RS Omni.

 

Pihak Prita menduga ada pelanggaran etik yang dilakukan majelis hakim. Salah satunya adalah mengabaikan putusan perkara perdata. Padahal, dalam perkara perdata, MA memenangkan Prita dan Prita tak perlu membayar ke RS Omni Internasional.

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini