ITB-ITS Kolaborasi Bangun Institut Teknologi

Iman Herdiana, Okezone · Minggu 27 November 2011 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 27 373 534815 cCY0GQA8i1.jpg Rektor ITB Akhmaloka. (Foto: ist)

BANDUNG - Intitut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) kini tengah bekerja sama untuk membangun dua Institut Teknologi di Sumatera dan Kalimantan.

"Kita dengan ITS banyak kerjaan yang sama-sama termasuk bikin institut teknologi baru di Borneo, Kalimantan dan di Sumatera," kata Rektor ITB Akhmaloka, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 26 November.

Kata Rektor kelahiran Cirebon ini, menjelaskan rencananya institut teknologi baru yang akan dikembangkan ITB dan ITS merupakan rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), termasuk yang memilih tempat di Kalimantan dan Sumatera.

"Jadi kita sedang bikin dua Institut baru," tambahnya. Menurut Mendikbud, tutur Akhmaloja, pembangunan dua institut teknologi baru dilatarbelakangi minimnya lulusan sains dan teknologi di Indonesia. Saat ini, sains dan teknologi baru 4 persen.

"Pemerintah ingin jadi 10 persen pada 2014. Jadi hampir dua kali lebih banyaknya. Maka harus perbanyak kapasitas termasuk dua institut teknologi baru itu," ungkapnya.

Saat ini pembangunan institut teknologi baru tahap kajian atau uji kelayakan tempat baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Tahun depan akan masuk ke tahap perencanaan. Lalu pada 2013 diharapkan sudah ada bangunan dan ruang kelas.

"Pak Menteri ingin 2014 sudah run, sudah jalan," sebutnya.

Target tersebut, diakui Akhmaloka cukup sulit. Selain harus menyiapkan tempat, bangunan, juga harus siapkan sumber daya manusianya (SDM).

Sedangkan pembagian tugas ITB dan ITS dalam mengembangkan dua institut teknologi baru itu, tadinya akan dikerjakan bersama-sama oleh ITB dan ITS. "Tapi kayanya lebih sulit. Akhirnya ITS di kalimantan, dan ITB di Sumatera. Kalimantanya di mana tanya saja ITS," ujarnya.

Mengenai fakultas yang akan dibuka, hingga jurusan yang akan disediakan bagi mahasiswa, hingga kini masih dalam kajian.Misalnya yang dikembangkan di Sumatera harus sesuai dengan kultur setempat. "Ini yang dikaji," tambahnya.

Tempat tepatnya institut teknologi di Sumatera, tambahnya, menurut kajian antara Lampung atau Sumatera Selatan. "Tapi di Lampung secara geotermal tanahnya labil. Kita juga lihat suport pemprovnya seperti apa," ujarnya.

Nama institut nantinya bisa jadi Institut Teknologi Sumatera. Hanya saja SDM seperti dosen, ilmu yang digeluti, dan lainnya hasil pengembangkan ITB.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini