ITB Pelajari Runtuhnya Jembatan Kukar

Riani Dwi Lestari, Okezone · Rabu 30 November 2011 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 30 373 536194 xC6yN3qGjw.jpg foto: ist

JAKARTA - Runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara Sabtu, 26 November lalu, membuat Institut Teknologi Bandung (ITB) segera membentuk tim untuk mempelajari peristiwa tersebut.

Pengiriman tim ke lokasi kejadian dilakukan untuk mendapatkan data-data penyebab runtuhnya jembatan Kartanegara dan dipelajari secara ilmiah dengan melibatkan ahli-ahli dari multidisiplin ilmu seperti geoteknik, material, sipil, dan lain sebagainya.

Hal itu diutarakan Koordinator Tim Pusat Mitigasi Bencana ITB Ismunandar. Dia mengatakan, hasil yang diperoleh sangat berharga untuk mengetahui penyebab pasti runtuhnya jembatan sepanjang 270 meter tersebut.

"Tim penelitian akan segera dibentuk," kata Ismunandar, seperti dikutip situs ITB, Rabu (30/11/2011).

Sementara itu, Guru Besar Rekayasa Struktur Bambang Budiono mengatakan ahli-ahli tersebut akan dikoordinasikan melalui pusat mitigasi bencana ITB. "Berapa lama di sana tergantung dari informasi yang didapatkan nanti, bisa satu minggu, dua minggu, atau satu tahun," tutur Bambang.

Terdapat empat hal utama yang dipelajari pada kejadian ini, lanjutnya, yaitu geometri tanah, material properti, beban, dan keseimbangan. "Ini merupakan pengalaman berharga. Kegagalan seperti ini perlu didokumentasi dan dianalisis agar tidak terulang," paparnya.

Menurut dia, sebenarnya tidak ada masalah dengan jenis jembatan yang digunakan, dalam kasus ini yaitu jembatan gantung. "Malah, jembatan jenis ini masih lebih baik ketimbang jenis jembatan beton. Teknologi yang digunakan sudah terbukti," dia menganalisis.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, jembatan bentang panjang seperti jembatan ini semestinya bisa bertahan dalam 75 tahun. "Itu pun jika semua faktor mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan dilakukan sesuai prosedur standar. Monitoring harus dilakukan setidaknya satu bulan sekali," kata dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini