Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dianiaya, Aktivis PMII Demo Polsek Ciputat

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Jum'at, 20 Januari 2012 |11:36 WIB
Dianiaya, Aktivis PMII Demo Polsek Ciputat
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta melakukan aksi di depan kantor Polsek Ciputat. Mereka menuntut penuntasan kasus pemukulan yang dilakukan oleh satpam dan karyawan UIN terhadap 50 mahasiswa UIN pada tanggal 13 januari lalu.
 
Aksi ini dilakukan karena para aktivis PMII tersebut beranggapan polisi tidak tegas dalam pengusutan kasus ini, dan terkesan menyepelekan. Herman, selaku koordinator lapangan mengatakan, polisi harus segera menindak tegas kasus pemukulan ini.
 
“Kami menuntut polisi segera menindak para satpam dan karyawan yang melakukan pemukulan terhadap sahabat-sahabat kami. “Kami berharap kasus ini segera ditangani, namun sampai sekarang, tujuh hari setelah pelaporan kami, Polisi juga masih belum melakukan pengusutan”, ujar Herman, Jumat (20/1/2012).
 
Aksi pemukulan itu diawali ketika mahasiswa UIN melakukan aksi demonstrasi di depan kantor rektorat UIN untuk menuntut pencabutan Surat Keputusan (SK) Rektor tentang pemberlakuan Senat Mahasiswa. Di tengah-tengah aksi, tiba-tiba sekelompok satpam dan karyawan melakukan pengeroyokan.
 
"Pada aksi tersebut, kami hanya melakukan orasi, dan tidak membuat aksi yang dapat menimbulkan rusuh. Tapi, tiba-tiba satpam dan karyawan ingin membubarkan aksi kami dengan cara mengeroyok sahabat-sahabat kami,” katanya.
 
Akibat pemukulan tersebut, puluhan aktivis PMII dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka.

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement