Share

Desain Roket Gama-Sat 2 UGM Terbaik di Komurindo 2012

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 11 Juni 2012 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 11 373 645131 D6tKvPwgOD.jpg Foto : UGM

JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mendapat predikat desain roket terbaik dalam Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2012. Pencapaian Tim Gama-Sat 2 ini mengukuhkan posisi UGM di Komurindo sebelumnya.

Hal ini disampaikan salah satu anggota Tim Gama-Sat 2 Fitri Rahmaningrum. “Tahun lalu, kita juga dapat penghargaan desain terbaik,” ujar Fitri, seperti dikutip dari situs UGM, Senin (11/6/2012).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Fitri menyebutkan, kompetisi kali ini diikuti 40 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Tiaptiap tim terdiri atas tiga mahasiswa dan dosen pembimbing. “UGM mengirim dua tim, Gama-Sat 1 dan Gama-Sat 2,” kata mahasiswa Fakultas Teknik UGM tersebut.

Kendati tidak memperoleh juara dalam kompetisi muatan roket, menurut dosen pembimbing Tim Gama-Sat Eka Firmansyah, keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi ini  menambah pengalaman mahasiswa dalam mengikuti lomba sejenis. “Target penting adalah pengalaman (experience). Juara itu hadiah,” tutur Eka.

Untuk mengikuti Komurindo yang digelar di Pantai Congot, Kulon Progo, tersebut persiapan sudah dilakukan tim UGM sejak lima bulan lalu. Para anggota tim membuat rancang komponen untuk muatan roket, seperti sensor percepatan, sensor tekanan, dan kamera. Semua komponen ini diperlukan untuk membantu proses pengiriman data saat roket diluncurkan hingga pengiriman kembali pylod.

Dalam persiapan, sebanyak 16 mahasiswa yang dikutsertakan dan diplot sebagai tim teknis yang diarahkan mampu mengetahui cara kerja mikroprosesor dalam uji muatan roket. “Mereka diarahkan mampu merakit komponen, desain alat, dan koneksinya,” ungkap Eka.

Juara pertama dalam Komurindo 2012 diraih oleh tim EEPISky G-03 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, disusul tim Rise Of Ganesha asal Institut Teknologi Bandung (ITB), dan tim Eagle Two milik Politeknik Negeri Bandung. Untuk juara harapan diraih oleh StarPENSKY-X1 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, tim Graksa Ganesha asal ITB, dan tim Neo Arjuna asal Universitas Komputer Indonesia Bandung.

Penghargaan untuk tim favorit diraih oleh tim Pasupati dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sementara kategori ide terbaik diberikan kepada tim MDP Sky Watcher asal STMIK Global Informatika MDP Palembang.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini