Share

Persiapan Setahun demi Kompetisi Roket

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 15 Agustus 2014 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 15 373 1025050 LimgzT5Eif.jpg Para peserta Kompetisi Muatan Roket Indonesia mempersiapkan diri hingga satu tahun. (Foto: dok. UMY)

JAKARTA - Mengikuti lomba tentu butuh persiapan. Apalagi jika lomba yang diikuti cukup rumit seperti Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Balon Atmosfer (Kombat) 2014, persiapan peserta pun harus lebih matang. 

Inilah yang dilakukan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Mataram, Lombok. Menurut manajer tim ITB, Admira Nurazhani, mereka telah bersiap mengikuti kompetisi yang dihelat di Universitas Muhammadiyah Yogakarta (UMY) ini sejak satu tahun lalu. Persiapan itu berupa latihan penyempurnaan dan uji alat setiap minggu. Tim ITB bekerjasama dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Roket Kampus.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Karena ITB sendiri sudah beberapa kali mengikuti kompetisi ini. Jadi setiap kali ada kompetisi ini kami selalu berusaha untuk memaksimalkan tim," kata Admira, seperti dinukil dari laman UMY, Jumat (15/8/2014).

Tahun ini, ITB mengirimkan lima tim dalam Komurindo dan Kombat. Admira memaparkan, tiga tim yang berlaga di Komurinda adalah Garuda Ganesha, Akasha Ganesha, dan Graksa Ganesha. Sedangkan dua tim lainnya, Jayapala Ganesha dan Nakapala Ganesha, akan unjuk gigi di Kombat.

Baca: Puluhan Roket Serbu Kampus UMY

"Peserta yang mengikuti kompetisi ini lebih didominasi mahasiswa angkatan 2011 dan 2012," imbuhnya, 

Tim dari Universitas Mataram, Lombok, juga melakukan berbagai persiapan tersendiri. Selama enam bulan, tim Aero Mataram tersebut mempersiapkan diri menghadapi Komurindo dan Kombat 2014.

"Tahun ini kami hanya mengirimkan peserta untuk lomba Komurindo kategori Electric Ducted Fan (EDF) dan muatan," tutur salah satu anggota tim Aero Mataram, Erwin Pratama.

Erwin mengaku, tim Aero Mataram masih belum siap 100 persen. Menurutnya, alat yang akan dikompetisikan baru siap 80%, karena beberapa kendala.

"Kendalanya hanya sebatas komponen serta informasi yang didapat tentang teknis perlombaan masih kurang. Tapi setiap tahunnya kami memang selalu berusaha untuk upgrade teknologi yang sedang berkembang saat ini, untuk membantu pembuatan alat-alatnya," ujar Erwin. 

Erwin dan timnya berharap usaha mereka di tahun keenam keikutsertaan dalam Komurindo dan Kombat ini dapat menghasilkan prestasi terbaik.

Komurindo dan Kombat merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) didapuk menjadi tuan rumah.

Baca: Pendidikan Formal Roket Indonesia Masih Minim

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini