Share

Tolak UU PT, Iman Berguling di Atas Ban Terbakar

Iman Herdiana, Okezone · Kamis 19 Juli 2012 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 19 373 665598 6eZniJxh2X.jpg Aksi mahasiswa Unisba menolah UU PT (Foto: Iman H/Okezone)

BANDUNG - Penolakan terhadap Undang-undang Perguruan Tinggi (PT) terus bergulir. UU yang baru disahkan tersebut kali ini mendapat penolakan dari Gerakan Aksi Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba).

Aksi dimulai sekira pukul 12.00 WIB di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung. Aksi diwarnai pembakaran ban mobil bekas.  Bahkan seorang mahasiswa, Iman Nuryadin, Fakultas Dawah Unisba, nekat berguling di atas ban yang terbakar.  Sementara belasan teman-temannya menyaksikan Iman berguling di atas aspal. Asapnya mengepul memenuhi sedikit Jalan Diponegoro. Seorang mahasiswa tampak melakukan orasi. Mahasiswa lainnya mengusung sepanduk bertuliskan: "Tolak UU PT".

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Aksi berguling di atas ban tersebut merupakan simbol untuk mengajak para aktivis mahasiswa di Indonesia menolak UU PT. "Mudah-mudahan aksi saya ini bisa menggiring aktivis mahasiswa lainnya untuk menolak UU PT yang baru disahkan," harap Iman, usai melakukan aksi nekatnya, Kamis (19/7/2012).

Akibatnya, sebagian rambut, jenggot, tangan, dan perut Iman terluka. "Aksi ini juga simbol nurani yang tersentuh ketika UU PT disahkan dan dibukanya PT asing masuk ke negeri ini. Seharusnya pemerintah fokus majukan pendidikannya sendiri," katanya.

Setelah Iman berguling, rekan-rekannya kemudian membawanya untuk diobati seiring bubarnya aksi sekira pukul 14.00 WIB.  Sebelum aksi berguling di atas ban terbakar, para mahasiswa yang mendapat kawalan kepolisian sempat berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Koordinator aksi Tironi Knight menjelaskan, lewat aksi ini pihaknya  berjanji akan berkonsolidasi dengan seluruh organisasi mahasiswa Bandung Raya dan Jawa Barat untuk mengkaji uji materi (judicial review) UU PT ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Aksi ini sebagai konsolidasi awal. Kami konsolidasi dengan kampus lain dan galang opini masyarakat. Selanjutnya, salah satu langkah kami kemungkinan mengajukan judicial review," kata Tironi.

Ada tiga poin penting UU PT yang dinilai mahasiswa bertentangan dengan kepentingan bangsa Indonesia. Pertama, soal otonomi perguruan tinggi yang menjurus komersialisasi, kedua  pendirian lembaga pendidikan asing, dan ketiga soal sistem kerja kontrak dosen. "Sistem kerja kontrak ini seperti pengkerdilan terhadap dosen," kata Tironi.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini