Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bayi Dera Itu Pergi Untuk Selamanya (1)

Bagus Santosa , Jurnalis-Senin, 18 Februari 2013 |18:25 WIB
Bayi Dera Itu Pergi Untuk Selamanya (1)
Makam Dera (Foto: Bagus/Okezone)
A
A
A

“MASIH sakit. Masih ada luka caesar, tapi sudah bisa berjalan pelan-pelan," tutur Lisa Darawati (20), ibunda Dera Nur Anggraini, bayi yang tewas setelah telat mendapatkan pelayanan medis lantaran ditolak 10 rumah sakit, Sabtu pekan lalu.

Lisa berjalan sedikit mengangkang, menyambut tamu yang datang silih berganti. Luka di perutnya memang belum pulih betul usai menjalani operasi caesar saat melahirkan bayi kembarnya, Dera Nur Anggraini dan Dara Nur Anggraini pada Minggu 10 Februari lalu di RS Zahira, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Setelah diperbolehkan pulang, Lisa pun hanya bisa beristirahat di rumahnya, Jalan Muhammad Soleh, RT 14/6, Kompleks Jatipadang Baru, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tubuhnya tampak belum bugar benar.

Di kamar kontrakan seluas kira-kira 3 x 4 meter itu terbentang karpet kecil bergambar 'Winie The Pooh'. Tampak bersih dengan perabotan seadanya. Hanya sebuah dipan, lemari kayu besar, lemari plastik, sebuah televisi dan kompor minyak.

Di sudut halaman, tampak tudung kecil yang diberi lampu. Sebuah batang ubi dibongkar untuk tudung tersebut. "Itu ari-ari Dera dan Dara memang sengaja ditaruh di situ," kata suami Eliyas Setia Nugroho (20) ini. Meski akhirnya bayi kembar Dera dan Dara harus berpisah. Dera tewas karena punya kelainan pada sistem pencernaan, hingga tidak bisa menerima asupan ASI dari sang bunda.

Dengan lirih, Lisa menceritakan soal kehamilan pertamanya setelah satu tahun menikah. Lisa mengaku tidak merasakan hal-hal yang aneh selama kehamilan. Kebiasaan ngidam juga tergolong biasa. "Ngidamnya biasa saja, buah-buahan biasa," katanya.

Hanya saja Lisa dipaksa melahirkan prematur. Hanya tujuh bulan lebih sedikit, sang buah hati harus segera dilahirkan secara Caesar di RS Zahira. Dera yang lahir lebih dulu lahir dengan berat 1 kg, sedangkan Dara 1,4 kg.

Lisa juga mengakui telat dalam pemeriksaan kehamilannya dan baru memeriksakan ke dokter pada usia kehamilannya berumur lima bulan. Ibu rumah tangga ini bahkan tidak sempat melakukan pemeriksaan janin dengan USG. "Saya enggak ngerasa hamil, saat sering sakit perut dan mules-mules lalu periksa, ternyata hamil 5 bulan. Sejak saat itu, terus diperiksa. Tapi belum sempat USG, karena selalu nggak jadi-jadi," ujarnya.

Seingatannya, hanya beberapa kali dia memeriksakan janinya ini. Pemeriksaannya juga sekedar diperiksa di dokter umum Puskesmas Pasar Minggu. "Diperiksa Januari dan Februari, cuma dua kali kalau nggak salah," kata perempuan berkacamata ini.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement