Share

Peserta Konvensi Demokrat Diadukan ke Komnas HAM

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 23 Oktober 2013 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 23 339 885820 6r2I1bd2Ox.jpg

JAKARTA- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil gubernur Sulawesi Utara yang juga peserta konvensi capres Demokrat, Sinyo Harry Sarundajang terkait pengaduan seorang aktivis, Hendrik Peuru.

"Dalam waktu dekat kita akan memanggil pak Gubernur Sulut dan pihak dari Polda Sulut untuk menjelaskan pemanggilan paksa tersebut," kata Komisioner Komnas HAM, Muhammad Nurkhoiron, Rabu (23/10/2013).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Hari ini, keluarga Hendrik mengadukan Sinyo ke Komnas HAM. Menurut penuturan istri Hendrik, Heny, kriminalisasi yang dilakukan Sinyo terjadi pada 18 Oktober silam. Sejumlah petugas polisi berpakaian sipil menjemput paksa suami dan anak-anaknya. Untuk diketahui, Hendrik pernah menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Sinyo.

 "Saat itu ada beberapa orang yang berkumpul di depan rumah, tak lama ada dua orang datang dengan alasan akan memberikan titipan," kata Heny.

Melihat gelagat tidak baik, Heny tidak mempersilakan orang tersebut masuk ke dalam rumah. "Ini bu ada pemanggilan ke pak Hendrik, kenapa pak Hendrik tidak kooperatif, enggak pernah datang," ujar Heny menirukan ucapan seorang penjemput

Lantaran tak diperbolehkan masuk, polisi tersebut, kemudian mengepung dan mendobrak rumah Hendrik. "Tidak beberapa lama orang-orang itu mendobrak lalu menodongkam senjata, dia bilang Angkat tangan, sama saya suami dan anak-anak," katanya.

Tak hanya Suaminya yang dijemput paksa, kata Heny, ketiga anaknya juga ikut dibawa polisi. " Anak saya juga sempat dibawa ke rumah Gubernur, namun saya enggak tahu mereka diapakan di sana," tuturnya

Heny menjelaskan, penjemputan terhadap suaminya, berawal dari pengungkapan beberapa kasus yang diduga melibatkan Sinyo. "Suami saya sempat melakukan investigasi beberapa kasus yang ada di Sulut, saat sedikit demi sedikit terungkap ternyata mengerucut ke Gubernur, mendengar pengungkapan tersebut, pihaknya (Gubernur) melakukan laporan ke Polda dengan laporan Pemcemaran nama baik," katanya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini