Share

Dino Patti Berbagi Pengalaman Soal Konvensi Partai Demokrat

Misbahol Munir, Okezone · Jum'at 20 Juni 2014 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 20 339 1001643 dFJjgkMLkX.jpg Dino Patti Djalal (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang seklaigus Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal berbagi pengalaman inspiratifnya dengan para keluarga besar McLean High School pada wisuda lulusan sekolah tersebut di Constitution Hall, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis kemarin waktu Indonesia.  

 

Dihadapan sekitar 5.000 orang siswa McLean High School dan orang tuanya Dino bercerita tentang pengalaman dan pelajaran berharga saat menjadi peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

 

"Saya mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran ketika bertemu dan berkomunikasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia," kata Dino melalui siaran persnya.

 

Kata dia, pengalaman dan pelajaran berharga yang diperolehnya di Indonesia dapat memotivasi siswa McLean High School guna meraih sukses.

 

Pengalaman dan pembelajaran berharga itu dia rangkum menjadi empat temuan. Pertama, kata dia, dalam mengejar tujuan hidup, jangan sampai membuat kehilangan arah.

 

Dia melihat, banyak orang kaya, sukses, dan berprestasi, tapi memiliki ruang kosong di hatinya sehingga selalu merasa gelisah.

 

"Siswa harus selalu mengisi ruang kosong dalam hatinya dengan iman, kasih sayang, kebajikan, dan idealisme, sehingga hidupnya menjadi penuh arti,” ceritanya.

 

Kedua, dunia kini dikuasai oleh orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan, imajinatif, gigih, dan tekad kuat untuk mengubah hidup bangsanya.

 

Salah satu fenomena terpenting abad 21 disebut Dino adalah munculnya negara China, India, Korea Selatan, Turki dan Indonesia, sebagai negara-negara yang menonjol di dunia.

 

"Kemunculan tersebut digerakkan oleh mental geeks atau gigih," tuturnya.

 

Ketiga, dalam menempuh studi maupun karir, seseorang harus cerdas, cerdik, sekaligus bijak.

 

Kata Dino, ketiga kekuatan mental di atas harus dioptimalkan dan diimplementasikan secara bersamaan.

 

"Orang cerdas belum tentu cerdik, dan orang cerdik belum tentu bijak," jelas dia.

 

Dino menjelaskan, banyak orang cerdas dan cerdik menjadi korup karena tidak bijak.

 

Keempat, lanjut dia, sesibuk apa pun seseorang, jangan pernah melupakan keluarganya sendiri.

 

Menurut Dino, loyalitas dan kasih sayang keluarga adalah yang paling murni dan paling permanen dalam hidup seseorang.

 

"Berapapun jumlah kawan dan relasi yang kita temui dan gandeng, jangan pernah melupakan keluarga sendiri,” imbuhnya.

 

Pidato yang dinilai inspiratif, Dino mendapat applaus dan "standing ovation" dari sekitar 5.000 hadirin yang terdiri dari wisudawan dan orang tua siswa.

 

Dino Pati adalah alumnus McLean High School pada 1981, pada usia 15 tahun, ketika ayahnya Hasjim Djalal bertugas sebagai wakil Duta Besar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini