JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan miliaran rupiah untuk pembuatan 2.000 sumur resapan di seluruh wilayah Jakarta. Sumur resapan tersebut diharapkan dapat mengatasi banjir di ibu kota.
Namun Menteri Pekerjaan Umum DJoko Kirmanto menilai, proyek sumur resapan tersebut tidak banyak membantu menangani banjir seperti saat ini.
"Kalau hujan sudah lama itu sudah jenuh, tanah itu sudah penuh air, jadi sumur resapan itu kurang efektif karena sudah terlalu lama," kata Djoko, saat menghadiri Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ke-4 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2014).
Sementara itu, pembuatan sodetan yang akan dikerjakan Kementerian PU untuk mengantisipasi banjir sejak dicanangkan pada 2013 lalu akan segera dilakukan.
"Waktu banjir tahun lalu, memang kita janjikan untuk segera membuat sodetan, kontraknya sudah mulai baru akhir tahun ini atau awal tahun depan bisa jadi. Sedangkan untuk Kali Cliwung sendiri mulai dari Manggarai sampai jalan tol Simatupang kontraknya sudah ada, sudah ada tiga kontrak itu kita akan seleaikan 2016 atau 2017 dengan panjang 19 km," bebernya.
Namun pembuatan sodetan tersebut kata Djoko mengalami beberapa kendala, salahsatunya memindahkan penduduk di sekitar yang terkena proyek sodetan itu. "Yang lama bukan galinya atau pasang beton, tapi ya memindahkan penduduk," tutup Djoko.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.