JAKARTA - Selain tingginya curah hujan, warga Rt 2/7 Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan, menduga penyebab banjir yang melanda perkampungan di bantaran Kali Ciliwung lantaran dangkalnya permukaan kali.
"Dulu zaman saya masih kecil, Kali Ciliwung kedalamannya 20 meter, sekarang cuma satu sampai tiga meter saja, pantas aja sekarang gini (banjir)," kata salah satu warga Rawajati, Salim (40) saat berbincang dengan Okezone di tempat pengungsian, Senin (20/1/2013).
Dengan adanya bencana banjir, warga beramai-ramai meninggikan bangunan rumahnya agar barang-barang miliknya tidak hancur lantaran air sudah tiba di pemukiman.
"Ya banyak sih yang sudah bertingkat, biar kalau banjir datang barang-barang bisa diselamatkan ke lantai dua," tutupnya.
Sebelumnya diketahui banjir yang merendam enam RT di kelurahan Rawajati II, Kalibata, setinggi dua hingga lima meter sudah surut. Meski demikian, warga belum bisa bernafas lega lantaran air dari Kali Ciliwung sewaktu-waktu bisa kembali meluap.
Pantauan di lokasi, puluhan warga mulai melakukan bersih-bersih. Tak terkecuali wilayah RW 07 yang ketinggian air hingga mencapai lima centimeter (CM) hingga Satu meter, di enam RT yang paling parah terjadi di RT 2, 3 dan 4, masih menyapai satu meter, sedangkan untuk di RT 1, 5 dan 6 ketinggian air mencapai lima sampai 20 cm.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.