Corby Tidak Diizinkan untuk Diwawancarai Eksklusif

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 27 Februari 2014 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 27 339 947737 dAx2ISeYA5.jpg Schapelle Leigh Corby

JAKARTA-Televisi Australia Channel Seven dikabarkan telah berhasil mewawancarai eksklusif Ratu Mariyuana Schapelle Leigh Corby dengan membayar 3 juta dolar Australia atau sekitar Rp32,6 miliar.  

 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, menegaskan, tidak ada izin yang dikeluarkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk media asing bisa mewawancari secara eksklusif Corby.

 

"Rekomendasi dari Bapas Bali sudah jelas. Belum bisa mengabulkan," tegas Amir di Komplek Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2014).

 

Amir berpendapat, jika wawancara tersebut dilakukan oleh media asing, maka akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal itu sangat bertentangan dengan syarat Corby mendapatkan bebas bersyarat.

 

"Ya jelas sekali Corby itu wajib memenuhi berbagai persyaratan yang menjadi alasan dia mendapatkan BB (bebas bersyarat). BB itu dicabut juga bisa, jika menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Nanti dengan membuat wawancara dan sebagainya, itu kan belum apa-apa sudah menimbulkan keresahan, kecemburuan masyarakat," ungkapnya.

 

Amir juga mengaku sudah mendengar kabar wawancara tersebut bernilai 3 juta dolar Australia atau sekitar Rp32,6 miliar. Ia pun mengingatkan Corby untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mencabut persyaratan bebas bersyaratnya.

 

"Katanya ia dibayar sekian juta dolar. Itukan sudah tidak bagus ya, belum lagi bisa kita menduga apa yang akan dia sampaikan. Kita ingin mengingatkan bahwa dia itu adalah narapidana," tegas Amir.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini