Terpidana Penyuap Hakim Jadi Tersangka Korupsi Bansos 2012

Tri Ispranoto, Okezone · Kamis 14 Agustus 2014 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 14 526 1024373 CIxUt1bjGf.jpg korupsi, ilustrasi

BANDUNG - Terpidana kasus suap hakim pengadil kasus Bansos Pemkot Bandung tahun anggaran 2009-2010, HN, kembali tersangkut kasus lain.

Pria yang kini ditahan di Rutan Kebon Waru untuk menjalani masa hukuman selama lima tahun itu, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dana bansos Pemkot Bandung tahun anggaran 2012.

Kasipidsus Kejari Bandung, Rinaldi Umar, membenarkan mengenai hal tersebut. menurutnya, HN ditetapkan menjadi tersangka sesuai dengan alat bukti dan keterangan para saksi.

“Penetapan tersangka (HN) berdasarkan pemeriksaan terhadap mantan Sekda, Edi Siswadi dan mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada,” jelasnya saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (14/8/2014).

Penetapan itu diperkuat dengan pemeriksaan terhadap dinas-dinas yang terkait dengan pengurusan bansos di lingkungan Pemkot Bandung.

Disinggung soal dua pegawai di lingkungan Pemkot Bandung yang semula juga dibidik menjadi tersangka. Rinaldi mengaku, jika keduanya masih berstatus saksi.

Pihaknya memastikan akan memprioritaskan kasus dugaan korupsi senilai Rp4,5 miliar tersebut agar segera tuntas dan disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Seperti diketahui, Kejari Bandung membidik tiga tersangka baru dari lingkungan Pemkot Bandung dalam kasus dugaan korupsi dana bansos Kota Bandung senilai Rp4,5 miliar. Namun hingga kini baru HN yang ditetapkan sebagai tersangka baru, sementara dua lainnya masih berstatus saksi.

HN sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung. Saat ini dia berstatus terpidana atas kasus suap hakim pengadil kasus korupsi Bansos Kota Bandung tahun anggaran 2009-2010, dan divonis lima tahun penjara.

Selain HN, dalam kasus suap hakim tersebut majelis hakim memvonis mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, dengan hukuman 15 tahun penjara, dan mantan Sekda Kota Bandung, Edi Siswadi, dengan hukuman 12 tahun penjara.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini