Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ritual Peutroen Aneuk yang Tak Lekang Zaman

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 02 November 2014 |11:54 WIB
Ritual <i>Peutroen Aneuk</i> yang Tak Lekang Zaman
Ritual {Peutroen Aneuk} yang Tak Lekang Zaman (Foto: Salman M/okezone)
A
A
A

Raut wajah Yusri (34) tampak bahagia, pagi itu. Putra kesayangannya genap berusia 44 hari, secara adat sudah layak untuk di bawa ke luar rumah. Sebuah hajatan syukuran digelar di rumah mertuanya, Gampong Meunasah Pupu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Anak kedua buah cinta Yusri dengan Salmawati (30) ini resmi keluar rumah melalui ritual peutroen aneuk (turun tanah anak) dan peucicap (sentuh rasa). Lewat prosesi yang dibalut dengan khanduri (kenduri) akikah ini, ia dibubuhi nama Naufal Ghiffari.

“Nama ini dari bahasa Arab, artinya juga indah ‘pemuda tampan dan murah hati’,” kata Salmawati di sela acara yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Ritual peutroen aneuk dan peucicap merupakan tradisi sakral bagi masyarakat bumi Serambi Makkah yang dilakoni turun-temurun. Ritual mengeluarkan bayi dari rumah dan menginjak kaki ke bumi ini dilaksanakan saat anak cukup umur; genap berusia 44 hari, bisa juga 3, 5, atau 7 bulan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement