Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ritual Peutroen Aneuk yang Tak Lekang Zaman

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 02 November 2014 |11:54 WIB
Ritual <i>Peutroen Aneuk</i> yang Tak Lekang Zaman
Ritual {Peutroen Aneuk} yang Tak Lekang Zaman (Foto: Salman M/okezone)
A
A
A

Sebelum ritual ini digelar, biasanya si bayi pantang dibawa keluar kecuali dalam kondisi tertentu atau darurat. Upacara ini sering digelar bersamaan dengan kenduri akikah.

Seperti halnya Yusri, dibantu anak-anak muda kampung, ia terus menyiapkan masakan gulai kambing. Dua ekor kambing disembelih sebagai syarat akikah atau wujud rasa syukur kepada Allah. Keluarga dari kedua pihak berkumpul di rumah tersebut.

Prosesi peutroen aneuk dan peucicap khidmat dan penuh nuansa religi. Razali (62), sang mertua Yusri, mengundang seorang ulama setempat Teungku Muhammad Azhawahiry, untuk memimpin upacara sakral bagi cucunya.

Layaknya pengantin sebelum acara berlangsung Naufal dimandikan dulu, kemudian dikenakan pakaian baru serta cincin perhiasan di jari manisnya.

Mulanya bayi mungil itu dipeusijuek (ditepung tawari) disertai pembacaan doa untuk keberkahan. Di dalam baki terhampar aneka makanan seperti ketan kuning, teumpoe, paha ayam goreng, air zam-zam, hati ayam, sari kurma dan bermacam buah manis.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement