nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahmad Dhani

Jum'at 05 Desember 2014 15:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 05 17 1075141 ahmad-dhani-gmT1g62Pnu.jpg Ahmad Dhani
AHMAD Dhani Prasetyo lahir di Surabaya, Jawa Timur, 26 mei 1972. Musisi rock dan pengusaha berkebangsaan Indonesia ini merupakan pendiri dan pemimpin grup musik Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an.
 
Dia juga telah mencetak beragam karya yang berhasil mengorbitkan banyak penyanyi dan grup musik. Dhani juga merupakan pendiri dan pimpinan dari Republik Cinta Management (RCM).
 
Dhani dikenal sebagai tokoh yang kontroversial, dan sering memancing pro dan kontra. Dia juga dikenal sebagai musisi dengan eksperimentasi musik, dan lirik puitis yang mengutip kata-kata mutiara dari pujangga terkenal.
 
Majalah MTV Trax edisi perdana tahun 2002 menobatkan Dhani sebagai salah satu "25 musisi/grup paling berpengaruh dalam musik indonesia." Majalah Rolling Stone juga menempatkannya ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa".
 
Lahir di Surabaya, Ahmad Dhani merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pernikahan antara seorang ayah keturunan Sunda, Eddy Abdul Manaf, seorang diplomat, dengan Joyce Theresia Pamela Kohler, seorang Indonesia keturunan Yahudi Ashkenazi.
 
Kakeknya, Jan Pieter Friederich Kohler adalah keturunan Yahudi Ashkenazi lahir di Hindia Belanda pada tahun 1883. Kakak tiri Dhani, Dadang S. Manaf adalah musisi Indonesia, dan merupakan pengaruh besar pada minat musik Dhani sejak masa kecilnya.
 
Ayah Dhani membelikannya keyboard ketika dia masih muda, dan membayar untuk les musik, sangat membujuk dia dan berharap Dhani akan unggul dalam hal musik klasik. Dia sangat terpengaruh band rock Inggris, Queen.
 

Karier

Dewa 19

Bakat musik Dhani mulai bergejolak saat duduk di bangku SMPN 6 Surabaya. Dhani bersama tiga sahabatnya, Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso, kemudian mendirikan grup band Dewa pada tahun 1986. Dhani bertindak pada vokal, dan keyboard.

Begitu menggandrungi musik, Dhani tidak jarang bolos sekolah untuk berkumpul bersama teman-temannya di Dewa memainkan alat musik di rumah Wawan di kawasan kompleks Universitas Airlangga.

Dhani semula yang menteng di jalur rock, kemudian mencoba jalur musik jazz yang kemudian diikuti perubahan nama Dewa menjadi Downbeat. Bersama Downbeat, Dhani sempat menjuarai festival jazz remaja se-Jawa Timur, juara I festival band sita 1990 atau juara II Djarum Super Fiesta Musik.

Namun, akhirnya Dhani kembali ke jalur rock, dan mengibarkan bendera Dewa 19 dengan tambahan Ari Lasso.

Karena tidak ada studio yang memadai di Surabaya, pada tahun 1991 Ahmad Dhani hijrah ke Jakarta untuk mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19. Dengan modal seadanya, Dhani menginjak rimba Ibu Kota, gentayangan dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota.

Setelah sempat ditolak sejumlah label, akhirnya Dhani dilirik Jan Djuhana dari Team Records. Usaha Dhani tidak sia-sia, album perdana Dewa 19 (1992) sukses besar dengan melejitnya sejumlah hits seperti Kangen, dan Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi.

Album ini tercatat sebagai album terlaris 1993, dan Dewa dianugerahi sebagai pendatang baru terbaik. Sukses Dewa 19 berlanjut di album-album berikutnya. Hingga saat ini tidak kurang 11 album yang telah dirilis Dhani bersama Dewa, yaitu Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).

Meski telah beberapa kali mengalami pergantian personel, sampai saat ini Dewa 19 masih tetap eksis di belantika musik Indonesia.

The Rock

Bermula dari perekaman album solonya di Australia, Dhani bertemu tiga anggota band Hospital The Musical, yaitu Clancy Alexander Tucker, Zachary Haidee-Keene, Michael Bennett di Studio 301, Sidney - Australia. Dari pertemuan itu, muncul ide berkolaborasi dalam sebuah grup musik.

Dhani yang memiliki niat go international menerima ajakan tersebut, dan terbentuklah The Rock di mana Hospital The Musical tidak bubar, dan Dhani juga tidak meninggalkan Dewa 19.

Pada Agustus 2007, lahirlah album pertama The Rock dengan tajuk Master Mister Ahmad Dhani I yang mencetak single Munajat Cinta. Hospital The Musical pernah mengikuti tur Marlboro kretek di Indonesia, pada Agustus-September 2007. Saat itu, mereka menggunakan nama Fire Shark, bersama vokalis Mark Williams.

T.r.i.a.d

Pada 1996, Dhani betemu lima personel, yaitu Cameria Happy Pramita (gitar, backing vocal), Ices (bass), Tharaz Bistara (gitar), Ikmal Tobing (drummer), dan Wahyu Sudiro (gitar) pada launching album Triad The Rock Cafe Jakarta 19 Februari 2010 sudah merilis album dengan hits single-nya Makhluk Tuhan Paling Sexy milik penyanyi Mulan Jameela. Hits single kedua berjudul Mustapha milik grup band barat Queen, dan terakhir 2010 hits ketiga berjudul Selir Hati.

Mahadewa

Ahmad dhani membentuk band baru bernama Mahadewa. Bos RCM itu sengaja membentuk Mahadewa demi melepas rindu baladewa (sebutan untuk fans Dewa 19).
Jazz

Salah satu musik kegemaran Si Jenggot (panggilan akrab Dhani) adalah musik Jazz. Dia berkerja sama dengan Tim Oram, musisi Jazz di Sidney. Bersama Tim, dia berkolaborasi dengan musisi-musisi Jazz di Australia. Terdapat empat lagu Jazz di album The Rock, dan April 2009, dia merilis album 100% Jazz dengan judul The Best Is Yet To Come.

Profil

Pernikahan

Dhani menikah dengan Maia Estianty pada tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya. Dari pernikahan mereka, keduanya dikaruniai tiga anak. Dhani menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, Ahmad Al Ghazali, Ahmad El Jallaludin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani.

Sejak akhir 2006, Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Pada Agustus 2013.

"PENUH MISTERI", itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Hampir lima tahun lebih keduanya menutup rapat pernikahan mereka.

Gosip perselingkuhan Dhani dan Mulan sudah berhembus ketika proses perceraian pentolan Dewa 19 itu dengan Maia Estianty pada tahun 2008. Kabar itu tentu mengejutkan lantaran Mulan merupakan rekan Maia di duo Ratu. Bagaimana mungkin Mulan mengkhianati Maia, orang yang membuatnya terkenal.

Tapi, entah berapa kali Dhani-Mulan mengelak dan berkelit setiap kali ditanya status hubungan mereka. Sementara Maia dengan sindirannya konsisten menyebut Dhani sudah menikah siri dengan Mulan. Mulan seolah menghilang dari jagad hiburan. Muncul dugaan, pelantun Makhluk Tuhan Paling Seksi itu sedang hamil. Namun, saat itu gosip tersebut sulit dibuktikan karena Dhani dan seluruh artisnya menutup mulut.

Lama menghilang, Mulan akhirnya muncul lagi ke dunia hiburan. Kuat dugaan dia sudah melahirkan anak Dhani. Sama seperti Dhani, Mulan membantah menghilang karena hamil, dan baru saja melahirkan anak.

Sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti akan jatuh juga. Sejumlah foto Mulan sedang menggendong bayi beredar luas. Dhani dan Mulan boleh saja mati-matian menyembunyikan hubungan mereka. Tapi, anak mereka tentu semakin besar, dan sulit disembunyikan lagi.

Belakangan, bayi yang dulu dibantah kelahirannya oleh Mulan itu diketahui bernama Safeea. Bagi Dhani, kehadiran Safeea terasa spesial karena pertama kalinya dia punya anak perempuan.

Baru pada tahun 2014, Dhani akhirnya mengakui dirinya dan Mulan sudah menikah. Mereka menikah pada tahun 2009, tepat di hari perayaan khitanan ketiga anak Dhani dengan Maia, Al, El dan Dul.

Gosip yang akhirnya terbukti itu membuat Mulan makin menjadi sasaran cibiran orang karena dianggap perebut suami orang dan menusuk Maia dari belakang. Dalam suatu talk show, Mulan pernah sampai menangis karena hujatan, cibiran dan makian orang ditujukan juga kepada Safeea yang dianggapnya tidak bersalah.

Pada talk show tersebut Dhani mengatakan, salah satu pertimbangannya menceritakan pernikahan di acara yang dipandu Indy Rahmawati tersebut lantaran perkawinan dengan MaIa Estianty sudah resmi berakhir di Mahkamah Agung tahun 2013.

Secara hukum negara, perkawinan Dhani dan MaIa itu telah berakhir di MA sejak gugatan cerainya diproses tahun 2008. Meski secara hukum negara perkawinannya dengan MaIa baru berakhir setahun lalu, Dhani tetap menikahi Mulan di tahun 2009.

Dugaan salah satu penyebab perceraian pentolan Dewa 19 dengan Maya di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan tahun 2008 karena adanya pihak ketiga (Mulan), akhirnya terbukti.

Dari pernikahan itu, Dhani dan Mulan dikaruniai Syafeeya, anak perempuan yang sekarang telah berusia tiga tahun. Namun, ketika itu Dhani tak menjelaskan pernikahannya tadi resmi secara agama dan negara, atau hanya nikah siri saja.

Kasus Hukum

Tanggal 1 Maret 2011 Dhani dilaporkan wartawan atas tuduhan pemukulan yang dilakukan di depan rumah Mulan Jameela. Ahmad Dhani dan anak buahnya diduga melakukan pengeroyokan terhadap wartawan Global TV. Menurut Wapemred Global TV, Yadi Hendriana, tindakan Dhani arogan dan keterlaluan.

Pengeroyokan terjadi pada Senin, 28 Februari 2011, sekira pukul 20.00 WIB di depan rumah Mulan di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dua wartawan Global TV yang menjadi korban yaitu, Syahriani (reporter) dan Noviandi Kurniawan (kameraman).
Awalnya, Syahriani dan Noviandi sedang mencari kebenaran gosip Mulan Jameela sudah melahirkan dengan menyambangi kediaman Mulan. Tak lama kemudian, Noviandi melihat Ahmad Dhani datang ke rumahnya yang berseberangan dengan rumah Mulan. Noviandi langsung menyorotkan kamera ke arah Dhani yang saat itu baru turun dari mobil.
Duda tiga anak itu sepertinya tak suka dengan kehadiran wartawan. Bersama karyawannya, mantan suami Maia Estianty itu langsung mendatangi wartawan. Menurut Noviandi, dirinya sudah menuruti permintaan Dhani dan karyawannya untuk tidak menyalakan kamera. Namun, pentolan band Dewa 19 itu malah meminta karyawannya untuk mengambil kaset milik Noviandi. Dhani juga mencoba mengambil kunci mobil. Dhani bahkan sempat mengambil tas pinggang milik Noviandi dan handphone milik Syahriani.
Pada 8 September 2013, putra Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani, atau lebih dikenal sebagai Dul (13 tahun) terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di mana Dul, mengendarai mobil secara ilegal atas dasar umur di jalan tol dekat Jakarta. Kecelakaan itu menyebabkan tujuh korban tewas sementara Dul terluka parah.
Menurut juru bicara polisi Indonesia, Dul dibebankan atas tuduhan kelalaian dalam mengemudi, sementara Ahmad Dhani sendiri mungkin menghadapi tuduhan lebih karena membahayakan anak dengan sadar dan secara ilegal memberi izin kepada anak di bawah umur untuk mengendarai mobil. Biaya dan sanksi untuk Dhani kurang lebih enamtahun penjara dan Rp12 juta.

Akibat kecelakaan yang dialami AQJ alias Dul, pihak kedokteran RSPI menyarankan kepada pihak keluarga Dul untuk menggunakan jasa psikolog untuk memulihkan mental Dul. Namun saran tersebut ditolak Ahmad Dhani. Dhani memilih untuk melakukan perbaikan mental Dul dengan caranya sendiri. Diskografi

Ahmad Dhani bersama dengan Dewa 19 telah memiliki 11 album dari tahun 1992 – 2007 yaitu :

1. Dewa 19 (1992)

2. Format Masa Depan (1994)

3. Terbaik Terbaik (1995

4. Pandawa Lima (1995)

5. The Best Of Dewa 19 (1999)

6. Bintang Lima (2000)

7. Cintailah Cinta (2002)

8. Atas Nama Cinta (2004 Live Album)

9. Laskar Cinta (2004)

10. Republik Cinta (2006)

11. Kerajaan Cinta (2007)

Dari kesebelas album ini peran Ahmad Dhani memang cukup sentral diantara penggawa yang lain karena kejeniusannya maka dia (Ahmad Dhani) merupakan front man atau pentolan band tersebut.

Ahmad Band

Pada Ahmad Band yaitu band buatan ahmad Dhani terdapat ! Album yaitu Ideologi, Sikap, Otak pada tahun (1998)

The Rock

Pada band The Rock jugahanya terdapat 1 album saja yaitu master Mister Ahmad Dhani pada Tahun (2007)

T.R.I.A.D

Dalam band ini terdapat 2 album yang dibuat. Pertama, menggunakan nama band mereka sendiri yaitu “T.R.I.A.D – 2010” dan satu lagi berjudul Istimewa pada tahun (2011)

Mahadewa

Pada band Mahadewa Dhani bersama band nya hanya membuat satu album yang berjudul Past to Present pada tahun (2013)

Penampilan lain dalam album lain pula yang digarap oleh Ahmad Dhani bersama dengan band nya dalam kurun waktu 2003 – 2011 adalah :

• Album The Best Of Republik Cinta Artist Vol 1 pada tahun (2008)

• Sebuah album kompilasi yang diusung oleh produk minuman Sprite terdiri dari beberapa artist dan genre salah satunya yaitu Ahmad Dhani (D’Plong Sensasi Rock n Dut – 2009)

• Ada pun penampilan Ahmad Dhani bersama beberapa artis papan atas Indonesia salah satunya yaitu Agnes Monica dalam lagu “Cinta Mati” dalam album (And The Story Goes – 2003)

• Tampil duet bersama almarhum Chrisye pada tahun 2007 dalam album Chrisye Duet by Request dengan judul “Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada”

• Sempat tampil berduet dengan rekanan juri dalam acara Indonesian Idol dan X-Factor di RCTI yaitu Bebi Romeo pada lagu “Sadis” dan “Selingkuh Lagi” dalam album Bebi Romeo Various Artist (2011)

Politik

Ahmad Dhani tidak tertarik untuk terjun ke dunia politik. Ia membatasi keikutsertaannya d hanya sebagai partisan atau pendukung dalam kampanye pemilihan presiden atau pemilihan anggota legislatif.

Misalnya, seperti sekarang ini. Ia jadi salah satu artis pendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta. Ia menggubah beberapa lagu sebagai cara untuk mengampanyekan pasangan tersebut.

Padahal, ia bisa saja mengikuti jejak sahabatnya, Anang Hermansyah yang lebih dulu terjun ke politik sebagai anggota legislatif. Sebab, ia punya potensi mendapat suara karena dirinya adalah seorang pesohor. Tetapi, tampaknya ia sama sekali tak tertarik. Kenapa?

Baginya, menjadi musisi sudah cukup untuknya. Dengan menjadi musisi ia juga bisa memberikan kontribusi berarti untuk bangsa Indonesia melalui karya-karyanya.

Konflik dengan Farhat Abbas

Perseteruan musisi kondang Ahmad Dhani versus pengacara Farhat Abbas semakin seru saja. Layaknya pertandingan tinju, kini ‘pertandingan’ dua sosok yang sama-sama kontroversial itu memasuki ronde baru. Berikut ini ulasan pertandinganya.

Pada ronde pertama, pertandingan berlangsung di dunia maya. Mereka beradu kicau di ring twitter. Lini masa Farhat mengeluarkan tinju-tinju maut menyerang bekas suami Maia Estianti itu. Ahmad Dani pasang kuda-kuda bertahan. Memasuki ronde kedua, anak-anak Ahmad Dani (Al dan El) yang maju. Mereka tidak terima ayahnya dihina lalu menantang Farhat untuk berlaku jantan. Caranya dengan beradu beneran di ring tinju, bertarung seperti lelaki.

Setelah dikompori oleh infotainment, perseteruan ini makin panas saja. Ring tinju sudah digelar. Al dan El tampak sudah siap tanding. Pemanasan sudah dilakukan, latihan pun digeber. Ahmad Dani juga tampaknya mendukung tantangan anaknya. Farhat juga tak gentar. Ia sesumbar akan dengan mudah merobohkan ABG-ABG itu.

Namun, akhirnya pertandingan itu batal. Perseteruan mereka pun menuai kritik karena dinilai tidak mendidik publik. Anak kok diajari berantem, yang tua melayani dengan senang hati pula. Televisi juga bersorak-sorak jadi supporter setia, senang sekali mereka dengan hal-hal seputar kasus itu. Tiap hari liputan soal itu ditayangin melulu nggak ada habisnya, terutama di program infotainment. Seperti berita yang harus bin fardu diketahui khalayak saja, padahal sebenarnya tidak layak dan membuat muak.

Syukurlah aspirasi khalayak direspon juga. Akhirnya seperti dilansir dari website Ikatan Jurnalis Televisi Independen, www.ijti.org, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta Lembaga Penyiaran segera menghentikan program acara terutama infotainment yang menayangkan perseteruan anak Ahmad Dhani dan Pengacara Farhat Abas itu. Pasalnya tayangan tersebut telah melanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) sehingga tidak layak untuk dikonsumsi khalayak.

Kata Komisioner KPI Agatha Lily, program infotainment yang menyiarkan perseteruan antara anak Ahmad Dhani dan Farhat Abbas dengan mewawancarai anak di bawah umur terkait konflik orang tuanya serta hal-hal lain di luar kapasitasnya untuk menjawab, sangat bertentangan dengan ketentuan P3 dan SPS dan dapat membawa dampak psikis/mental bagi si anak tersebut. Di samping itu, program infotainment juga menampilkan pembawa acara dan narasi yang provokatif.

Lembaga penyiaran wajib memperhatikan ketentuan mengenai perlindungan terhadap anak dan remaja, anak sebagai nara sumber serta penghormatan terhadap hak privasi sebagaimana tercantum dalam ketentuan sebagai berikut, yaitu: P3 Pasal 13, Pasal 14, Pasal 29 huruf a dan b serta SPS Pasal 13 ayat 1 dan 2, Pasal 14 huruf a,b, c, d dan g, dan Pasal 15 ayat 1 KPI tahun 2012.

Akan tetapi, meski Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah memperingatkan untuk tidak, masih banyak stasiun televisi yang bandel. Masih nekat saja mereka menayangkan perseteruan itu.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini