Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berburu Roti di Negeri Pulau untuk Jamuan Natal

Rus Akbar , Jurnalis-Minggu, 21 Desember 2014 |12:08 WIB
Berburu Roti di Negeri Pulau untuk Jamuan Natal
Berburu Roti di Negeri Pulau untuk Jamuan Natal (distribusi roti marie di Mentawai/Foto: Rus Akbar,Okezone)
A
A
A

Tradisi memberi membeli roti, itu sudah sejak lama. Biasanya setiap keluarga yang mau merayakan natal selalu tersedia roti tersebut. Hal itu bisa kita temui saat bertamu di setiap keluarga, roti marie atau roti kabin selalu menjadi sajian khas saat natal.

Kepulauan Mentawai memang mayoritas beragama Kristen dan Katolik, nuansa natal begitu terasa dibanding dengan di Kota Padang sebagai ibu provinsi kabupaten tersebut yang mayoritas muslim.

“Awalnya, roti ini diperkenalkan oleh para pendeta kristen dari Jerman, atau dikenal para zending yang menyiarkan agama di tempat kita,” ujar Maruli Sakerebau, mantan penatua Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Maileppet.

Konon, roti marie yang berbentuk lingkaran itu dulu dipakai untuk perjamuan kudus dan kalau Natal dan Tahun Baru di gereja untuk makan bersama. “Dulu kita hanya bisa mencicipinya hanya di gereja, soalnya tidak ada yang menjual di sini,” katanya.

Sekarang setiap rumah di Maileppet pasti menyediakan bahkan ada dua kaleng, satu roti marie yang berbentuk roti dan satu lagi roti kabin yang dikasih gula. Seiring perkembangan zaman, transportasi lancar dan para pedagang sudah mulai berdatangan ke Mentawai akhirnya itu diperjualbelikan.

“Tahun 1980, roti yang dianggap ‘sakral’ tersebut sudah menjadi umum. Warga awalnya satu-satu keluarga yang membelinya, misalkan di desa saya ini yang memilik 500 kepala keluarga, mungkin hanya dua atau lima yang membeli roti tersebut, tapi sekarang sudah menjamur,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement