"Memang seperti remaja begitu, alay terong-terongan, penjahat kambuhan. Makanya saat ada lagi di Margonda kami kaget banget, malah sadis dan nekat. Korban ditendang, ditusuk, dan ditabrak sampai kakinya patah. Ini berani banget, padahal mereka kan sedang diincar," katanya.
Zaenal menduga, maraknya begal motor di Depok dilakukan kelompok yang sama. Karena itu, lanjutnya, para klub motor meningkatkan patroli berkoordinasi dengan polisi.
"Ada gerakan patroli gabungan gabungan komunitas klub motor, kita jaga di setiap gang anak muda klub motor berkumpul untuk mencegah kejadian begal lagi," paparnya.
Pemerintah Kota dan polisi diminta untuk menambah lampu penerangan jalan di zona rawan begal. Selain itu, para pengendara motor diminta semaksimal mungkin untuk tidak pulang pada pukul 01.00-04.00 WIB.
"Namun, kami paham agak sulit, karena yang bekerja di Jakarta sampai larut kan juga banyak. Hanya saja tolong wilayah yang minim lampu agar ditambah penerangan seperti Juanda dan Fly Over UI," tutupnya.(rif)
(Stefanus Yugo Hindarto)