nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Budi Waseso di Balik Susno, BW, dan Norman Kamaru

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Kamis 05 Februari 2015 13:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 02 05 17 1101805 budi-waseso-di-balik-susno-bw-dan-norman-kamaru-Bf2A9zKqHQ.jpg Budi Waseso (foto: Okezone)

BUDI WASESO hari ini resmi menyandang jenderal bintang tiga alias Komisaris Jenderal. Dia diangkat setelah beberapa waktu lalu diangkat sebagai Kepala Badan Resort dan Kriminal Mabes Polri, menggantikan Komjen Suhardi Alius yang menjabat sebagai Sestama Lembanas.

Lalu siapakah Komjen Budi Waseso?. Alumnus Akpol tahun 1985 ini pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah tahun 2009. Dari situ nama Kombes BW mencuat di media massa karena menindak Kapolres Tegal AKBP Agustin Hardiyanto karena diduga melakukan korupsi.

BW kemudian ditarik ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri tahun 2010. Saat menduduki posisi itu, BW pernah menangkap seniornya, eks Kabareskrim Susno Duadji tahun 2010.

Saat itu, KPK menetapkan Susno Duadji sebagai tersangka korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. BW menangkap Susno di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Singapura. Perdebatan keras sempat berlangsung saat itu, tanpa diborgol akhirnya BW berhasil membawa Susno ke Mabes Polri dan kemudian menyerahkannya ke KPK.

Prestasi dan keberaniannya itu membawanya naik jabatan sebagai Kapolda Gorontalo. Brigjen Pol pun disandang di pundaknya tahun 2012. Saat itu, dia cukup berani membuka dan menuntaskan kasus korupsi yang sudah lama ‘terparkir’ di Polda Gorontalo.

Tak hanya keras terhadap korupsi. BW juga tegas terhadap anak buahnya, salah satunya adalah Norman Kamaru. Anggota brimob yang mendadak menjadi media darling dan disukai masyarakat karena lipsync lagu India di video yang menyebar di sosial media.

Norman yang wara-wiri di televisi itu ditindak tegas BW karena sering kali keluar dan tidak menjalani tugas tanpa seizin atasannya. Norman pun dikeluarkan dari kesatuan Brimob.

Budi Waseso saat diwawancarai wartawan (foto: Okezone)

Sikap keras BW membuatnya ditarik ke Widyaiswara Utama Sespim Mabes Polri. Awalnya dikira, BW dimasukkan ‘kotak’. Tapi, ternyata saat ditarik ke Jakarta justru pangkatnya naik menjadi Irjen.

Polemik Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri seperti membawa berkah bagi Budi Waseso. Namanya pun mencuat lagi saat ditunjuk sebagai Kabareskrim menggantikan teman seangkatannya, Komjen Suhardi Alius yang digeser ke Sestama Lembanas.

Belum juga resmi menjabat bintang tiga alias Komjen, BW sudah melakukan dua aksi kontroversial. Pertama, dia menyebut ada pengkhianat di kepolisian. Diduga pengkhianat itu yang membocorkan data dan bukti rekening gendut Komjen Budi Gunawan.

Komentarnya itu membuat eks Wakapolri Oegroseno geram dan ingin menampar wajah juniornya itu, karena dianggap membuat kericuhan ke dalam institusi.

Aksi kontroversial yang kedua. BW menangkap BW yang lain, yaitu Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK. Bambang Widjajanto ditangkap dalam kasus perintah saksi memberikan keterangan palsu di ruang sidang Mahkamah Konstitusi.

5 Februari 2015, pangkat di pundaknya pun menjadi jenderal bintang tiga alias Komisaris Jenderal (Komjen). Pangkat bintang tiga ini diraih 2,5 tahun sejak dirinya berpangkat Brigjen.

Komjen Budi Waseso, Kabareskrim Polri

BW disebut-sebut dekat, bahkan disebut ‘orangnya’ Budi Gunawan. Tapi itu ditampiknya, dia menyebut hubungannya dengan Budi Gunawan sebatas atasan dan anak buah. Komjen Budi Gunawan menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) adalah atasan langsungnya saat menjabat sebagai Kasepimti (Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri).

Saat ini, BW masuk sebagai kandidat calon Kapolri setelah Komjen Budi Gunawan kabarnya gagal dilantik Presiden Joko Widodo. Jika benar BW dilantik sebagai Kapolri, maka dia akan mengikuti nasib Timur Pradopo yang belum setahun berpangkat bintang tiga dan langsung berpangkat bintang empat.

Karier Komjen Budi Waseso:

Juli 2008: Kaden Opsnal II Puspaminal Divisi Propam Polri dengan pangkat Kombes dengan NRP 60020780. Saat itu dia menerima tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Naraya dalam rangka HUT ke-62 Bhayangkara.

September 2008: Kabid Propam Polda Jawa Tengah dengan pangkat Kombes. Saat itu membongkar dugaan korupsi di lingkungan kepolisian Jawa Tengah.

2010: Kepala Pusat Pengawasan dan Pengamanan Internal Mabes Polri. Saat itu dia memimpin penangkapan Komjen Susno Duadji, eks Kabareskrim di Bandara Soetta. Susno jadi tersangka KPK dalam dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat.

2012: Menggantikan Brigjen Pol Irawan Dahlan sebagai Kapolda Gorontalo. Dia menindak korupsi yang ‘terparkir’. Dan memecat Briptu Norman Kamaru karena indisipliner.

2013: Widyaiswara Utama Sespim Polri. Naik pangkat sebagai Irjen Polri.

5 Februari 2015: Resmi berpangkat Komjen. Sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Suhardi Alius yang digeser Jokowi ke Sestama Lemhanas.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini