TANGERANG - Rilda Amanda, salah satu pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci, yang meninggal setelah mendapat suntikan buvanest spinal 0,5 persen heavy ternyata sempat menerima dua kali suntikan obat tersebut saat menjalani operasi caesarnya.
"Informasi yang saya dapat, Rilda dua kali mendapat suntikan obat itu. Pertama, saat akan operasi; dan kedua, saat operasi berjalan," kata R, salah seorang keluarga Rilda, Rabu (18/2/2015).
Ia menambahkan, suntikan pertama dilakukan saat memulai operasi dan Rilda masih dalam kondisi sadar. Setelah disuntik, Rilda sempat mengeluh gatal kepada dokter. Melihat reaksi pasien yang masih sadar dan ada keluhan saat operasi Sedang berjalan, dokter kembali menyuntikkan obat yang sama.
Setelah proses caesar selesai, R akhirnya masuk ICU setelah kejang-kejang dan meninggal pada 12 Februari 2015 atau sekira 24 jam sejak penyuntikan dilakukan.
Sebelumnya diberitakan, Humas RS Siloam Karawaci, Heppi Nurfianto, membenarkan adanya dua pasien rumah sakit tersebut yang meninggal pekan lalu. Satu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Dijelaskan Heppi, untuk pasien laki-laki merupakan pasien urologi. Sementara pasien perempuan merupakan pasien melahirkan dengan tindakan caesar.
"Tindakan dilakukan sesuai prosedur, namun setelah disuntik buvanest spinal 0,5 persen heavy oleh dokter terjadi hal di luar perkiraan, pasien mengalami gatal-gatal, kejang, hingga akhirnya kami masukkan ke ICU, dan meninggal 24 jam pasca-penyuntikan," jelas Heppi.
(Fiddy Anggriawan )