"Bawa semua (bukti). Kami sudah temukan ini menyimpang, bukti sangat jelas," tegasnya sambil bergegas masuk ke lobi Gedung KPK.
Dia menyerahkan semua bukti temuan tersebut ke KPK agar segera melakukan penyidikan. "Saya kira biar KPK saja yang melakukan penyidikan bukti-bukti ini," jelasnya.
Sebelumnya, salah satu pengadaan barang yang menurut Ahok termasuk "anggaran siluman" adalah uninterruptible power supply (UPS) atau alat penyimpan daya listrik.
Pada 2014, pengadan UPS seharga hampir Rp6 miliar per unit ke sekolah-sekolah berhasil lolos. Lalu pada APBD 2015, pengadaan UPS kembali ada untuk kelurahan dan kecamatan. Namun saat dirinya mengonfirmasi ke lurah dan camat, mereka mengaku tidak pernah mengajukan pengadaan UPS.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.