Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kumpeni, Pionir Perusahaan Multinasional dan Praktik Korupsi

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2015 |06:03 WIB
Kumpeni, Pionir Perusahaan Multinasional dan Praktik Korupsi
Vereenigde Oost-Indische Compagnie - VOC (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Meski begitu, baru pada 1603 kantor dagang pertama VOC diizinkan berdiri di Banten, meski Gubernur Jenderal pertama, Pieter Both, memilih Jayakarta (sekarang Jakarta) sebagai pusat administrasi VOC.

Sebelum bisa memasuki era jaya, VOC sempat lebih dulu terlibat beberapa insiden hingga konflik dalam skala besar dengan Inggris, hingga akhirnya lahir Anglo-Dutch Treaty di London atau disebut Traktat London, 17 Maret 1824, di mana mereka mengakhiri perseteruan dengan pertukaran wilayah kekuasaan.

(Baca: http://news.okezone.com/read/2015/03/16/337/1119574/traktat-london-saat-indonesia-dibarter-inggris-belanda)

Singkat kata setelah beberapa masa mengalami kejayaan, VOC terpaksa dibubarkan pemerintah Belanda pada 17 Desember 1799. Dari beberapa faktor pembubarannya, apalagi kalau bukan terungkapnya sejumlah praktek korupsi.

Saat VOC dibubarkan, pemerintah Belanda pun menanggung utang menggunung hingga berjumlah total 136,7 juta gulden. Praktek rasuah yang sudah sistemik inilah yang juga dan bahkan masih jadi masalah buat bangsa Indonesia dari beberapa pergantian rezim kepresidenan.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement