"Itu bisa menyulut kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia. Di Inggris saja yang umat Islamnya hanya minoritas, tapi tidak menerapkan kebijakan saperti itu terhadap warga negaranya yang muslim," tegasnya.
Seperti diberitakan, isu diskrimatif muncul di Indonesia, kali ini menyangkut nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim. Perlakuan itu sendiri terjadi di autogate Bandara Soetta, Cengkareng, beberapa waktu lalu.
Sontak, peraturan ini mengundang reaksi keras dari berbagai pihak, terutama yang menganggap larangan tersebut sudah mendiskreditkan pemeluk agama mayoritas di Indonesia.
(Randy Wirayudha)