nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Bangun Lokalisasi, Ahok Harus Berkaca dari Kasus Dolly

Qur'anul Hidayat, Jurnalis · Sabtu 18 April 2015 09:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 04 18 337 1136214 ingin-bangun-lokalisasi-ahok-harus-berkaca-dari-kasus-dolly-dj9yG3AHis.jpg foto: dok. Okezone

JAKARTA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membuat keputusan berani dengan menutup Dolly, konon sebagai lokalisasi prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Keputusan itu harus diambil Risma karena mendapati bahwa prostitusi di daerah tersebut tidak terkontrol, bahkan anak-anak SD ikut jadi konsumen.

Pengalaman buruk itu bisa saja terjadi pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kembali mewacanakan membangun lokalisasi di Ibu Kota. Hal yang pernah dicetusnya tahun 2013 namun gagal itu, kembali mencuat karena praktek prostitusi liar yang merenggut nyawa Deudeuh Alfi Sahrin.

Untuk itulah, Pengamat Psikologi Intan Erlita meminta Ahok untuk belajar dari berbagai masalah yang terjadi di pengoperasian Dolly. Artinya, mantan Bupati Belitung Timur itu harus membangun lokalisasi yang jauh dari lingkungan warga dan tak terjamah oleh anak-anak di bawah umur.

"Nah ini dia, tentu pemerintah, Ahok sendiri yang membuat lokalisasi prostitusi, dia harus tetap dan tegas, siapa yang boleh jadi pelanggan. Risma masalahnya karena ada pelanggan anak kecil," tukas Intan saat berbincang dengan Okezone.

Selain pengawasan yang diperketat, Intan meminta Ahok menetapkan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang menyalahi aturan yang ada. Untuk itulah, sosialisasi menjadi modal penting agar masyarakat bisa mengerti tentang kebijakan yang pasti menuai kontroversi tersebut.

"Pelanggannya disortir kalau perlu. Kalau di tempat itu yang melanggar dibikin malu, sanksinya sangat keras. Tentu ada stigma negatif, pasti ada, tergantung bagaimana Ahok sosialisasi tentang ini," bebernya.

Lebih jauh, Intan menyebut bahwa secara sosial, lokalisasi punya dua sisi mata uang. Ditentang, namun di sisi yang lain bisa mengatasi berbagai masalah maraknya prostitusi liar di tengah masyarakat.

"Seenggaknya kalau dilegalkan, maka akan terpantau dan terdata. Mereka bisa melakukan penyuluhan tentang berbagai macam bahaya, menurunkan angka resiko dan mudah mendata tentang penyakit. Segi sudut sosialnya, lebih mending dibuat lokalisasi, agar (prostitusi) tidak boleh di luar area itu," simpulnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini