Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hikayat Kahar Muzakar, Pengawal "Kesayangan" Soekarno

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 30 April 2015 |05:48 WIB
Hikayat Kahar Muzakar, Pengawal
Abdul Kahar Muzakkar (Foto: Youtube)
A
A
A

NAMANYA naik ke pentas kemiliteran nan cemerlang di era kemerdekaan, menjadikannya salah satu patriot terbaik asal Bugis, Sulawesi Selatan. Namun akibat tututannya pada 30 April 65 tahun silam, Kahar Muzakkar dicap pembelot.

Kahar memberontak lantaran tuntutan agar pasukan Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) pimpinannya, tak direstui Presiden Soekarno. Soal lika-liku gerakannya yang bergabung ke Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), sebelumnya sudah diulas dalam artikel sebelumnya.

Tapi tentu takkan lengkap jika tak mengupas soal riwayat figur yang punya sembilan istri ini, sesingkat dan sepadat mungkin. Kahar lahir 24 Maret 1920 di dari keluarga bangsawan Bugis di Lanipa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan nama lahir Achmad Nur Fatoni.

Dikutip dari buku “100 Tokoh yang Mengubah Indonesia”, pendidikan Kahar tak hanya dijalani di Sulawesi, tapi juga sampai ke Jawa dengan mengikuti Sekolah Muallimin Muhammadiyah.

Dari situ, Abdul Kahar Muzakkar atau kadang ada yang menyebutnya Abdul Qahhar Mudzakar, mulai ikut pergerakan pemuda yang menentang pemerintahan Hindia-Belanda.

Ketika tentara pendudukan Jepang masuk ke Indonesia, Kahar yang sudah kembali ke Makassar turut bereuforia soal kedatangan “saudara tua” itu. Antusiasme Kahar ditunjukkan dengan menjadi pegawai Nippon Dohobu. Sayang, terjadi konflik antar saudara yang membuatnya “terbuang” dari Makassar, hingga akhirnya menyeberang lagi ke Solo.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement