TEL AVIV - Perang selama 50 hari antara Israel dan Hamas pada musim panas 2014 berakhir dengan gencatan senjata. Akhir perang itu dikritik oleh sebagian besar pejabat Israel. Mereka menganggap gencatan senjata itu sebagai kegagalan dalam mengusir kelompok Hamas dari Jalur Gaza.
Namun, Kepala Komando Israel Bagian Selatan, Mayor Jenderal Sami Turgeman membantah kritikan tersebut. "Tidak ada yang bisa menggantikan Hamas dalam menguasai Jalur Gaza," kata Turgeman, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (13/5/2015).

Kesimpulan Turgeman tersebut muncul setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu berusaha mendapat konfirmasi kelompok tengah-kanan pemerintah dari parlemen Israel, Knesset. Netanyahu belakangan ini mencoba untuk menarik perhatian mantan Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman. Dia berusaha supaya Lieberman tidak membawa Partai Yisrael Beitenu masuk ke kelompok oposisi.
Salah satu permintaan Lieberman kepada Netanyahu adalah perjanjian untuk mengusir kelompok Hamas yang selama ini memegang kekuasaan de facto di Jalur Gaza. Lieberman dilaporkan mengundurkan diri dari negosiasi dengan Netanyahu karena dia yakin koalisi Netanyahu tidak memiliki keinginan untuk melakukan permintaannya.