"Di sana ada pemerintahan dan program tahunan, dengan dewan eksekutif dan lembaga pengawas. Di dalam sebuah negara, ada seorang pemimpin, yang dipanggil Hamas, yang mengerti bagaimana cara menggunakan kekuasaan di atas otoritas-otoritas lainnya," dia melanjutkan.
Dia mulai mengacaukan pencitraan Hamas dan konflik antara kelompok itu dengan Israel, pencitraan yang selama ini dibangun oleh politikus sayap kanan Israel. "Perjuangan melawan Hamas bukanlah perang militer," ujarnya.
"Setiap orang yang berpikir perjuangan di antara Israel dan Hamas hanyalah soal penggunaan kekuatan militer melawan satu sama lain pasti tidak memahami situasi yang sebenarnya," sambung dia.
Turgeman menekankan pengusiran Hamas dengan menggunakan kekuatan militer adalah tindakan yang tidak efektif. "Bukanlah tindakan yang tepat dan sudah berakhir. Kebanyakan dari penduduk yang tinggal di Jalur Gaza memandang Hamas sebagai satu-satunya solusi permasalahan mereka," ujarnya.
(Pamela Sarnia)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.